Sebuah kehidupan yang tak merata. Ada kabar baik dan sebaliknya. Kata-kata ini bukan kata biasa. Ia ada dan menyala.

Mokel Itu Asik, Tidak Dengan Hakikat Nya

“Masa muda memang tidak bisa dipaksakan untuk tertib beragama dan sedikit demi sedikit pasti akan tertata iman keagamaan” Kata ustad di desa saya.
Mokel itu asyik tapi tidak dengan hakikat nya
Keterangan : Ilustrasi oleh Youtube Culoboyo

Berawal dari kebingungan saya pribadi melihat semua kondisi yang ada. Sebuah agama yang mayoritas di Indonesia memiliki ciri khasnya sendiri. Dari banyaknya penganut nya, rata-rata jarang sekali bisa untuk membaca kitab nya. “tidak saya sebut nama agamanya, mungkin semua sudah paham”.

Baca Juga : Tomat Ranti Ciri Khas Sambal Tempong Banyuwangi

Mulai dari orang dewasa sampai anak kecil sekalipun memiliki kefanatikan kepada ormas yang memiliki kecondongan kepada satu agama. Dan ormas itu terdiri dari satu agama tapi jumlah nya banyak, ada M, N, FP, HT. Banyak deh, sampai capek nyebutin satu-satu.

Memang unik jamaah agama ini, apalagi mau dimonopoli ormas nya untuk kepentingan politik praktis. Apalagi sering bersikap sok alim atau belagak gaul dengan membawa benderanya.

Dalam hati saya berbicara ‘saya yakin semua orang itu tentu tidak agamis banget’. Namun dengan bendera ormas nya bisa menutupi keburukan nya sendiri.

Baca Juga : Swasta dan Negeri sekedar Nama, Ini soal Duit

Kenyataan hidup memang pahit, apalagi melihat orang yang beragama tidak patuh sama agamanya. Jangan kan tidak patuh, tuhan aja dibercandain. Haduh, kenapa sih mereka begini. Apa gak takut dosa ya.

Apalagi musim puasa ramadhan gini, dalam agama tentu jamaah nya wajib puasa ya kan. Ini malah pergi kewarteg sambil ngerokok, meminum es. Tanpa ada dosa malah dia bungkus makanan buat dirumah.  Ya sebut aja itu mokel istilah dari batalin puasa biar terlihat keren. Memang dunia sudah tua. Tapi enggak gini juga caranya tong.

Ya mau bagaimana lagi dunia sudah tua ya kan. Orang-orang diluar negeri sibuk dengan cara untuk tobat eh warga +62 malah nyebat. Duh gustiiii, kok aneh banget ya. Memang kita beda secara individu tapi hormati norma sosial yang ada dong.

Beginilah hidup yang lucu ala pulau nusantara yang lucu dan unik. Tapi mereka semua enggak ngerasa kalo mereka beragama lucu nya. Dan ternyata mereka-mereka dengan bangga mengakui tuhan dan beragama.

Total
0
Shares
Previous Article
The Young Karl Marx, Historis Pergolakan Pemikiran Muda

The Young Karl Marx, Pergolakan Pemikiran Muda

Next Article
Membaca Kembali, Awal Mula Sholawat Nabi

Membaca Kembali, Awal Mula Sholawat Nabi

Total
0
Share