Sebuah kehidupan yang tak merata. Ada kabar baik dan sebaliknya. Kata-kata ini bukan kata biasa. Ia ada dan menyala.

The Young Karl Marx, Pergolakan Pemikiran Muda

Karl Marx merupakan sesosok tokoh pemikir dari ideologi kiri yang kerap kali menjadi sudut pandang perjuangan pekerja didunia.
The Young Karl Marx, Historis Pergolakan Pemikiran Muda
Keterangan : Film movie, The Young Karl Marx (2017)

Keseluruhan Film ini berkisah bukan hanya tentang pemikiran Karl Marx di Usia muda, tetapi juga mengisahkan Fredrick Engels sahabat Intelektualnya, Jenny Isterinya, Merry Buns aktivis buruh perempuan yang menjadi Istri Frederik Engels, ada juga Arnol Ruge redaktur majalah yang menyuplai tulisan-tulisan kritis mereka, Pierre Josep Proudhon bapak pemikiran ideologis anarkisme (anarco) asal Perancis, Mikhail Bakunin juga seorang anarco, Wilhelm Weitling pemimpin gerakan besar dimassa itu. Film ini mampu menggambarkan peran-peran strategis para tokoh ini sehingga muda dipahami. Lebih lagi, bagi yang telah membaca pemikiran-pemikiran mereka dari berbagai sumber.

Film ini menampilkan karakter Karl Marx yang sangat kritis bukan hanya melalui tulisan-tulisanya di media massa, tetapi juga berani mengambil setiap resiko dari pemikiran-pemikiran yang disebarkan. Sehingga pada awal film ini, harus mengisahkan pembredelan surat kabar dimana Marx bekerja dan harus mendekam dipenjarah untuk beberapa saat. Pesan awal dari peristiwa itu adalah tentang pentingnya penyebarluasan informasi melalui media massa, yang dilakukan tanpa henti oleh Karl Marx dengan tekun menulis, dan mengabaikan kebutuhan keluarganya, Istrinya, anaknya, dan seorang pembantu yang berbulan-bulan tidak dibayar oleh mereka.

Baca Juga : Crass Band, Sebuah Suara Perlawanan Terhadap Pemerintah

Pada sisi lain, kerja keras Karl Marx mengantarkan dia  mengenal Prouhdon, seorang akademisi dan pemikiran anarkis saat itu. Proudhon juga mengakui telah mengenal Karl Marx muda dari tulisan-tulisannya, dan mengenal dia bukan sebagai seorang anarco melainan seorang hegelian yang sangat materialisme. Dengan tulisan pula Karl Marx dan Ferederik Engels saling mengagumi dan akhirnya saling bersahabat seumur hidup mereka. Dari persahabatan itu pula, akan hadir karya sepanjang massa mereka bernama Das Kapital dan telah diterjemakan keberbagai bahasa di dunia sejak itu hingga sekarang. Kuatnya pemikiran Karl Marx dalam setiap tulisannya itu pernah kisahkan Tan Malaka, seorang pemimpin besar Marxis asal Indonesia, bahwa tahun 1920an untuk memasuki Eropa dan Cina dia harus memusnahkan buku-buku Karl Marx entah itu diperbatasan negara maupun ditengelamkan dilautan sebelum kapal bersandar di dermaga.

Sebagai seorang intekletual Karl Marx dan Engels menyadari betapa pentingnya perlawanan rakyat yang sadar dan terorganisir dalam organisasi antar kota dan antar negara-negara di Eropa, sehingga kritik-kritik ideologis mereka tidak ditujuhkan hanya kepada pemerintahan mornaki dan para borjuis pemilik perusahaan, tetapi juga kepada pemikir-pemekir revolusioner lain seperti Proudhon, Bakunin, Para Hegelian Muda, bahkan kepada Wilhemi Weitlling pemimpin gerakan yang menurut Marx tidak memilki gambaran teorititis dalam mempin perjuangan saat itu. Sebagai pemimimpin gerakan yang dipercaya oleh mayoritas kaum pekerja saat itu Wilhem Witlling dinilai  “idiot” pembodohan terhadap rakyat karena orientasi politiknya semu (utopis). Film ini juga menampilkan perdebatan keduanya dikediaman Karl Marx, di Brussel, Belgia.

Baca Juga : Musik Underground, Melawan Dengan Bersuara

Karl Marx  dan Engels dibantu oleh kedua isteri mereka, yang berupaya untuk mempengaruhi organisasi perjuangan terbesar saat itu, Liga Keadian. Dengan mengkosolidasikan pemikiran-pemikiran, mempegaruhi para anggota organisasi untuk melihat perjuangan secara tepat. Bagi mereka liga keadilan dengan moto semua manusia adalah setara adalah bentuk kompromi terhadap borjuis dan mornarki sebagai penindas sehingga proletrariat tidak akan pernah mencapai tujuannya. Menurut Karl Marx sejarah umat manusia adalah sejarah pertetangan kelas, yaitu kelas yang menindas dan kelas yang tertindas. Puncaknya didalam kongres Liga keadilan, Engels mengusulkan perombakan Liga keadilan menjadi liga komunis dan perjuangan kaum proletariat dilakukan tidak dengan kompromi tetapi sebuah tindakan revolusi berdarah. Diterima oleh mayoritas anggota organisasi. Dengan motoh baru adalah “kaum buruh sedunia bersatulah”.

Selanjutnya, diakhiri dengan perumusan sebuah manifesto organisasi liga komunis oleh Marx, Engelss, Jenny, dan Marry Buns. Tercetuslah ide tentang kalimat pertama manifesto partai liga komunis “Ada hantu yang berkeliaran di Eropa hantu Komunisme namanya”. Sejak itu gerakan ideologis yang menerapkan pemikiran Karl Marx diberbagai belahan dunia, dikenal dengan istilah marxisme. Marxisme semakin kokoh menjadi ideologi revolusioner kaum tetindas (proletariat), adalah ketika pergerakan Vladimir Ilyinic Ulyanov atau Lenin di Rusia dan berhasil mendirikan sebuah negara Uni Soviet  degan ideologi bernama Marxisme-leninisme.

Sebagai sebuah negara pertama yang menerapkan marxisme secara utuh, Uni Soviet juga menjadi negara pertama yang terus mendorong propaganda dan penyebarluasan marxisme ke berbagai belahan dunia dengan mendirikan Komunisme Internasional (kominter). Sehingga negara-negara selanjutnya yang juga mengadobsi ideologi revolusioner merata diberbagai benua di dunia, Amerika Latin seperti Kuba, Bolivia, Argentina. Benua Asia seperti Cina, Vietnam, juga Indonesia. Bahkan Amerika yang kita kenal sangat liberal, para pejuang buruh menerapkan marxisme sebagai teladan pergerakan mereka. Sedang marxisme juga diadopsi sebagai pemikiran tokoh bukan politisi, seperti ilmuan sekelas Albert Enstain, hingga para seniman yang sering menjadikan wajah Che Guevara sebagai icon dan gaya hidup sehari-hari mereka.

Saat menyaksikan Marx memiliki seorang kawan baru, istri Marx – Jenny Von Westphalen – Marx (Vicky Krieps), menyaksikan keserasian yang begitu hangat. Mereka berdua sama-sama memperjuangkan kelas pekerja. Dalam penampilan, berantakannya Marx diisi oleh rapihnya Engels. Sampai-sampai, ketika mereka berdua kebingungan menentukan judul untuk buku mengenai Sosialis-Berlin yang akan ditulis bersama, Jenny memberikan usul Critique of Critical Critique – Kritik atas Kritik Kritis – untuk judul buku yang akan mereka tulis.

Mengenai hubungan dengan pasangan, situasi bertolak belakang dari Marx dan Engels kembali disajikan dalam film ini. Marx menikahi Jenny yang merupakan keturunan bangsawan Jerman. Dari perkawinannya, mereka memperoleh seorang putri. Sementara Engels adalah seseorang yang tidak menikah. Namun, ia menjalin hubungan dengan Marry Burns (Hannah Stele), salah satu pekerja wanita Skotlandia yang dipecat ayahnya.

Berangsur-angsur film ini menampilkan bagaimana perjuangan Marx dan Engels untuk para pekerja dalam berbagai organisasi politik. Tokoh-tokoh sosialisme seperti Weitling dari Inggris dan Proudhon dari Prancis beberapa kali turut meramaikan alur dalam cerita. Dalam beberapa bagian, Marx dan Engels tidak segan untuk mengutarakan pendapatnya jika itu mengenai ketidak-adilan bagi para pekerja. Meskipun itu dengan bayaran dikeluarkan dari organisasi atau pembubaran organisasi itu sendiri.

The Young Karl Marx barangkali menjadi semacam ikhtiar untuk mengenalkan kembali komunisme sebagai paham untuk kemanusiaan. Selama ini kita tahu, sejak dipopulerkan Lenin, Stalin, Mao, Guevara, Castro, sampai Tan Malaka, komunisme sering diidentikan dengan peristiwa berdarah. Persahabatan Karl Marx dan Friedrich Engels dalam film ini dapat dijadikan acuan untuk mengetahui kehangatan dalam komunisme. Kendati memiliki berbagai perbedaan, Marx dan Engels adalah teladan untuk menghormati manusia, baik sebagai individu maupun secara komunal.

***

Sebagai masyarakat yang dididik oleh negara untuk membenci komunisme, narasi dalam The Young Karl Marx (2017) merupakan salah satu penawar yang perlu kita konsumsi untuk mengikis kebencian itu.
Total
0
Shares
Previous Article
Kepala Desa Ngajum, Ucapkan Terimakasih Kepada PMM 55 UMM

Kepala Desa Ngaajum Ucapkan Terimakasih Kepada PMM 55 UMM

Next Article
Mokel itu asyik tapi tidak dengan hakikat nya

Mokel Itu Asik, Tidak Dengan Hakikat Nya

Total
0
Share