Pandemi Menjadi Ladang Rezeki Bagi Pecinta Bunga Masa pandemi memaksa kita untuk melakukan semua kegiatan dari rumah. Tak sedikit orang yang mulai terbiasa dengan kegiatan di rumah dan mulai mencoba hoby baru, yaitu mengoleksi bunga. Mengoleksi bunga memang sedang tren dikalangan masyarakat saat ini, hal ini tentunya membuka peluang bagi sebagian orang untuk melakukan bisnis bunga. Dani pemilik toko bunga (17) yang terletak di Kelurahan Singotrunan, Banyuwangi. Memanfaatkan peluang di masa pandemi (6/2/2021).

Baca Juga: Motor Klasik Menyimpan Nilai Tersembunyi

Mengoleksi bunga merupakan hoby baru yang banyak dipilih oleh beberapa kalangan masyarakat saat ini. hoby ini juga dipilih karena dapat menambah nilai estetis dan membuat tenang mata yang menmandangnya, Dani (17) mengatakan “karena awal mulanya saya suka lihat tanaman di Instagram, dan merasa pengen beli. Lah kok lama kelamaan keterusan”. Ungkap dani yang dihubungi oleh jurnalis didaktik (6/2).

Baca Juga: [Resensi] Film, My Flag ‘Nasionalisme Vs Radikalisme’

Semakin lama semakin banyak jenis bunga yang dulunya dipandang sebelah mata menjadi sangat mahal harganya. Bahkan tak sedikit orang yang rela mengeluarkan dana yang cukup besar untuk memenuhi Hasratnya agar dapat memiliki bunga tersebut.

“banyak sekali jenis bunga yang diminati saat ini mbak dan semakin lama harganya semakin mahal sehingga saya mencoba berbisnis bunga. Yang paling laris sih bunga Keladi dan Monstera, kalau ditanya harga kisaran 35.000-600.000” tambah Dani.

Masa pandemi bukan menjadi hambatan bagi para pencinta bunga. Karena akan ada banyak kolektor tanaman yang siap membayar mahal demi bunga yang diidamkan.

Hal tersebut tentunya sangat berpeluang bagi pebisnis bunga untung meraup omzet yang lebih besar dari sebelumnya. “alhamdulillah mbak, pandemi ini sangat berdampak positif bagi saya yang seorang pebisnis bunga karena omzet yang saya peroleh naik drastis”. Tutupnya, Dani (6/2/2021)

Mari berkometar