Terdengar kabar soal ungkapan protes dari mahasiswa seluruh Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Memasuki perkuliahan disemester genap ini, kini mahasiswa dibebankan oleh pembayaran SPP yang tak kunjung turun (8/02). Hampir dari keseluruhan mahasiswa geger dan emosi, karena informasi dari Edaran E.6.o/080/BA-A-UMM/II/2021, terlihat secara nyata bahwa perkuliahan semester genap tak ada kabar baik sedikit pun.

Edaran-Kuliah-Genap-2020

Lebih dari perkiraan akan kabar baik, kini pembayaran SPP, menuai kontroversi akan tidak ada penurunan biaya. Hingga beberapa elemen mahasiswa seperti organisasi cipayung plus membentuk aliansi untuk menggerakan massa demi turun nya SPP.

Kami selaku Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Didaktik, melakukan riset kuisioner dalam laman kami Curhat Mahasiswa. Ada pula dari Senat Mahasiswa seluruh Fakultas juga menggunakan kuisioner.

Ada beberapa keluhan mahasiswa yang kami himpun dilaman kuisioner Curhatan Mahasiswa. Terdapat 6 Mahasiswa yang melaporkan keluh-kesah nya terkait pembayaran SPP yang dirasa sangat memberatkannya. Data terbaru yang kami terima pada (08/02/2020)

Tak hanya kami yang resah terhadap sebuah kebijakan ini, beberapa mahasiswa yang kami sebutkan diatas juga memiliki keluh-kesahnya:

Guna mengamankan privasi pelapor maka kami menginisialkan nama dari pelapor tersebut

 “Kendala saya sih kak kalau bisa pembayaran nya tu di beri waktu agak lama lagi soalnya kan ini juga lagi pandemi jadi agak susah cari uang gitu kasihannn ortu, Dan saya kan semester 2 juga ada magang nih kak denger” juga katanya daring magangnya tapi kenapa harus bayar juga” Ungkap mahasiswa semester 2 berinisial RHM.

“Ukt minta tolong dong bisa ga diturunkan, orang kita ga pake fasilitas kampus, masih musim pandemi gini masa ga diturunkan, apalagi fikes bayar ukt mahal 🙁 dapet fasilitas kampus cuma kuliah luring selama 3 minggu kemaren aja, udah gtu aja semoga bisa tersampaikan, terimakasih.” Ungkap mahasiswa semester 6 berinisal A.

“Disini aku ingin bercerita aku maba yah masih semester 1 sebelum uas kemaren aku mengundurkan diri dari umm karena ekonomi dalam keluarga sudah kufikirkan apapun konsekuensi nya bersama ibuku, jadi ayah ku sempet terkena covid sehingga tdk dapat bekerjaa dan ibuku seorang guru. selama kuliah langkah ku setiap hari berat karena memikirkan pembayaran tidak tega melihat kedua org tua meskipun sebenarnya itu adalah tanggung jawab mereka menyekolahkan ku tapi setelah aku fikirkan aku tidak papa tidak kuliah yang difikirkan ibuku hanya aku takut iri dengan kakaku. tapi tidak papa aku ikhlass insya Allah allah memberi jalan yang terbaik, semangat untuk semua nya.” Ungkap salah satu Mahasiswa yang harus putus kuliah karena ekonomi, berinisial ANN.

“tolong umm bisa beda in keadaan pandemi dengan ekonomi turun drastis sama sebelum pandemi,saya sebagai mahasiswa umm merasa keberatan bila Administrasi tidak ada kopensasi dari pihak umm,tolong hati nurani nya Makasih !” Ungkap mahasiswa semester 4, berinisial AFS.

“Aku sebagai masyarakat kecil dengan uang pas-pas’an untuk menjalankan hidup, dengan Uang SPP/UKT tidak ada potongan sama sekali saya kira ini adalah pembodohan/diskriminasi kita sebagai mahasiswa UMM. Untuk itu kami mewakili masyakarat menengah bahwasana Semester depan harus ada potongan biaya SPP/UKT dengan kondisi pandemi ini dan krisis ekonomi yang terus-menerus dimasa pandemi covid-19 ini. Sekian Terima Kasih.” Ungkap mahasiswa semester 6, berinisial DN.

“SPP sama DPP terlalu mahal, dan juga untuk semester 1 ada pembayaran perpustakaan internet dan lain lain yang sebenarnya mahasiswa baru tahun 2020 tidak menggunakan fasilitas tersebut dikarenakan pandemi.” Ungkap mahasiswa semester 2, Berinisial AGL.


Jika kawan-kawan ingin melaporkan keluh-kesahnya, bisa langsung diisi kuisioner Curhat Mahasiswa dipilihan Menu Web Didaktikonline.xyz.

Mari berkometar