Sebuah kehidupan yang tak merata. Ada kabar baik dan sebaliknya. Kata-kata ini bukan kata biasa. Ia ada dan menyala.

Crass Band, Sebuah Suara Perlawanan Terhadap Pemerintah

Crass Band, Sebuah Suara Perlawanan Terhadap Pemerintah

Mari bernostalgia dengan sebuah band yang tak asing lagi dikalangan para punk, ia adalah Crass. Band yang terlahir di Inggris pada 1977. Tentu dengan berdirinya sangat menyadarkan banyak orang dengan lagu-lagu nya seperti Sytem, Big A Little A, dan masih banyak lagi. Tapi saya menyoriti dua lagu ini, menurut saya ini paling kritis dan paling ideologis.

Tentu dengan symbol anarkisme (A) dan Equality (E) membuat band Crass memiliki daya Tarik tersendiri. Apalagi dengan prinsip Do It Yourself (DIY) malah membuat band ini semakin progresif dengan semangat DIY maka bisa dibilang band Crass Anti-Kapitalisme.

Namun tak hanya itu, band ini memiliki kedekatan ideologis  dengan kaum pembebasan sosialisme. Memang di abad-20 mayoritas pemuda-pemudi merupakan pejuang kerakyatan, karena dinamika politik waktu itu sangat berbeda dengan sekarang.

Big A liite A, lagu protest yang menyimpan banyak perdebatan

Lirik ada dalam diskripsi di youtube

Dalam lirik lagu Big A little A,  pada paragraf pertama di lagu, yaitu “External control are you gonna let them get you? Do you wanna be a prisoner in the boundaries they set you? You say you want to ba yourself, by christ do you think they’ll let you? They’re out to get you get you get you get you get you get you get you.”

Baca Juga:[Resensi] Film, My Flag ‘Nasionalisme Vs Radikalisme’

Jika diartikan: “Kontrol eksternal, apakah Anda akan membiarkan mereka menangkap Anda?
Apakah Anda ingin menjadi tahanan dalam batasan yang mereka tentukan untuk Anda?
Anda berkata Anda ingin menjadi diri sendiri, demi Tuhan, menurut Anda apakah mereka akan membiarkan Anda? Mereka keluar untuk membuat Anda mendapatkan Anda mendapatkan Anda mendapatkan Anda mendapatkan Anda mendapatkan Anda.”


Bisa dipahami ketika membawa lirik diparagraf pertama seperti mengkritisi sebuah kondisi sosial yang sangat pahit dan menindas. Dalam kata pertama dan kedua yaitu “Kontrol Eksternal” bisa diamati secara histori dari latar belakang band ini berdiri. Jika yang dimaksud “Kontrol Eksternal” tentu merujuk kepada sebuah sytem pemerintahan yang sangat menindas secara hak kemanusiaan maupun kesejahteraan.

Yang menarik itu lagu yang berjudul Sytem

Lirik ada dalam diskripsi di youtube

Dalam lirik lagu Sytem pada paragraph pertamanya yakni: “I’m not gonna change the system, They’re not gonna change the system, We’re not gonna change the system, Where does that leave you? Where does that leave me? Jumping up and down to a bunch of tools, The organisation treat us like fools. They can’t help it, they didn’t make the rules.”

Jika diartikan: “Saya tidak akan mengubah sistem, Mereka tidak akan mengubah sistem, Kami tidak akan mengubah sistem, Dimana itu meninggalkanmu? Dimana itu meninggalkanku? Melompat ke atas dan ke bawah ke sekumpulan alat, Organisasi memperlakukan kami seperti orang bodoh. Mereka tidak bisa menahannya, mereka tidak membuat aturan”.

Baca Juga: Motor Klasik, dari Eropa Sampai Jepang

Coba dipahami sebentar diparagraf pertama itu. Seketika sudah membaca lirik tersebut. Betapa mengerikan kondisi disana, dari sytem yang tidak pro-rakyat hingga beberapa organisasi membodohi setiap rakyat. Crass band, memang sangat bergairah bukan? Dari ungkapan protes yang selalu dilontarkan kedepan publik. Tentu tak banyak band memegang prinsip ini. Hanya beberapa band saja.

Pengaruh Crass band Terhadap Publik

Crass mengatakan bahwa pengaruh musik yang mereka ambil cenderung lebih ke bentuk musik rock tradisional, begitu juga dengan musik klasik (khususnya musik dari Benjamin Britten, yang mana Rimbaud nyatakan, beberapa riff dari lagu-lagu Crass meniru musik dia seluruhnya), karya-karya seni Dada dan avant-garde seperti buatan John Cage juga performance art tradisional.

“Namun banyak orang mengklaim crass itu band yang sangat punk, bahkan crass sendiri terang-terangan mengkritisi pemerintah dengan beberapa gerakan rakyat”.

Lalu dengan lukisan dan kolase-kolase hitam putih pada cover album mereka oleh Gee Vaucher menjadi model dalam estetika seni modern. Pada bulan November tahun 2002 beberapa mantan anggota Crass berkolaborasi dibawah nama The Crass Collective untuk mengatur aksi Your Country Needs You, sebuah konser musik yang mengangkat “suara-suara yang bertentangan dengan perang” yang diadakan di Queen Elizabeth Hall, South Bank, kota London, termasuk penampilan dari performer Britten’s War Requiem.

Tak hanya itu, Crass akhirnya berhenti tampil di depan orang banyak setelah akhirnya menjadi ancaman serius bagi pemerintahan Margaret Thatcher setelah terjadinya Perang Falklands.

Crass dipanggil menghadap Parlemen dan menghadiri pengadilan mereka akan Aksi Publikasi yang Vulgar dalam hukum Inggris, hal ini membuat mereka bertarung dimeja hijau dan berakhir dengan apa yang mereka sebut aksi kekerasan akhirnya mendapatkan apa yang seharusnya diterima.

Pada 7 Juli 1984 Crass memainkan pertunjukkan terakhirnya di Aberdare, Wales, sebuah acara benefit untuk para penambang disana yang sedang mogok kerja, sebelum kembali ke Dial House untuk menyimpan energi mereka bagi perlawanan berikutnya dimana saja.

Total
2
Shares
Previous Article
Motor Classic, dari Eropa Sampai Jepang

Motor Klasik, dari Eropa Sampai Jepang

Next Article

Motor Klasik Menyimpan Nilai Tersembunyi

Total
2
Share