Sebuah kehidupan yang tak merata. Ada kabar baik dan sebaliknya. Kata-kata ini bukan kata biasa. Ia ada dan menyala.

Motor Klasik, dari Eropa Sampai Jepang

Motor Classic, dari Eropa Sampai Jepang
Motor Classic, dari Eropa Sampai Jepang

Didaktik – Motor Classic siapa yang tidak tahu nama ini ? motor yang telah mengukir sejarah ini telah memiliki ketenaran di era tahun 2018 – sekarang. Roda dua dengan alirannya. Disetiap jok dan setir Nampak keren, seperti motor baru dicetak oleh pabrik. Banyak orang tergiur dan ingin memikatnya, lantaran motor classic tawarkan gaya masa lalu yang elok dan minimalis.

Tentang motor classic, aslinya tidak hanya yang bermerk Honda saja. Ada juga seperti Suzuki, Norton, Hingga BSA.

Pada umum nya, motor classic dikenal seperti CB 100, padahal tidak hanya itu saja. Seperti yang saya sebutkan diatas.

Motor-motor yang dikenal besi yang kusam dan berkarat, kini sudah lebih menawan dan dermawan dalam setiap pandangan masyarakat. Beberapa club motor classic sengaja mengembangkan gaya dan seni guna menambah kesan estetik didalam motor tua itu.

Saya sebutkan club itu seperti Brotherhood MC, Honda Classic Club Indonesia (HCCI), Vespa International, Moto Tua Antik Ku (Maci). Disetiap club-club yang menaungi motor-motor classic, pasti melestarikan dengan baik.

Selain itu, saya ingin memperjelas motor classic itu seperti halnya ;

1. Norton

Norton ES2 merupakan motor yang punya kisah panjang. Model ini pertama kali dirilis pada 1927 dan baru berhenti produksi pada 1964. Motor ini sering disebut sebagai ”Easy Two” julukan yang didapat karena memiliki mesin yang sederhana. Penamaan E saat itu merujuk pada ”excessive” atau sebagai edisi lebih, sedangkan huruf S merujuk pada model spo.

Menariknya selama masa hidupnya yang nyaris 40 tahun, motor ini memiliki beberapa model. Mulai yang terkenal yaitu Norton ES2 tahun 1949, kemudian Norton ES2 tahun 1957 hingga Norton ES2 1961. Norton ES2 1961 lahir sebagai motor sport roadster. Spesifikasi mesinnya 490cc OHV berpendingin udara, memiliki diameter x langkah yaitu 79 mm x 100 mm. Mampu menghasilkan 25 tk pada 5500 rpm. Generasi terakhir ES2 meluncur pada akhir 1964. Pada tahun berikutnya, 1965, Norton ES2 mengusung mesin dari Matchless namun berlogo Norton dan diberi label ES2 Mk2.

2. BSA

Sepeda motor bSA dibuat oleh Birmingham Small Arms Company Limited (BSA), yang merupakan gabungan industri besar Inggris, sekelompok bisnis yang memproduksi senjata api militer dan olahraga; sepeda; sepeda motor; mobil; bus dan badan; baja; tuang besi; tangan, tenaga, dan peralatan mesin; pabrik pembersihan dan penanganan batubara; logam yang disinter; dan proses hard chrome.

Sepeda motor BSA ditambahkan ke produk sepeda pada tahun 1910. BSA 3½ hp dipamerkan di Olympia Show 1910, London untuk musim 1911. Seluruh produksi BSA terjual habis pada tahun 1911, 1912 dan 1913.

Pada bulan November 1919, BSA meluncurkan sepeda motor vee-twin 50 derajat pertama mereka, Model E, 770cc side valve (6–7 hp) untuk musim 1920. Mesin memiliki katup yang dapat dipertukarkan, sistem oli total loss dengan pompa mekanis dan satu tangan darurat. Harga eceran adalah £ 130. Fitur lainnya adalah karburator Amal, penggerak rantai, pilihan magneto atau Magdyno, kopling 7 pelat, kotak roda gigi 3 percepatan dengan kickstarter dan garpu kantilever tipe baru.Sebagai hasil dari meningkatnya permintaan pasca perang di Small Heath, pabrik Birmingham diserahkan sepenuhnya untuk produksi sepeda motor.

Pada tahun 1953 BSA menarik produksi sepeda motor dari BSA Cycles Ltd, perusahaan yang didirikan pada tahun 1919, dengan menciptakan BSA Motorcycles Ltd. BSA juga memproduksi sepeda motor BSA Bantam yang ke 100.000, sebuah fakta yang dirayakan pada pameran sepeda motor tahun 1953 dengan kunjungan Sir Anthony Eden ke stand BSA.

3. CB 100

Melihat dari sejarah Honda CB 100, motor ini memiliki berbagai seri yang tersebar di seluruh dunia dengan varian yang bermacam-macam. Saat itu Varian Honda CB 100 aktif diproduksi rentang waktu 12 tahun, dimulai sejak 1970-1982 dengan 6 varian yang telah dilahirkannya. Varian-varian CB 100 itu adalah Honda CB 100 K0, CB 100 K1, CB K2, CB K3, dan CB K5. Untuk di Indonesia, Honda mulai memasarkan CB 100 ini pada tahun 1970. Hingga saat ini CB lama masih sangat laku di pasaran, banyak pecinta Honda CB100 menggunakan rangkanya untuk di custom ataupun tetap mempertahankan originalitasnya.

Perburuan Honda Cb 100 saat ini juga semakin mudah dengan adanya media sosial. Namun hal tersebut menjadikan harga Honda CB 100 ini melambung tinggi karena banyaknya permintaan dari para pecintanya. Hal tersebut berlaku pada CB K2 yang menjadi buruan setelah kemunculannya di film Dilan 1990 yang tembus box office.

4. S90Z

Cerita mengenai eksistensi pabrikan motor berlogo sayap mengepak di Indonesia dimulai dari kehadiran Honda Super 90 (S90) di tahun 1960-an. Waktu itu, Federal Motor yang menjadi embrio PT Astra Honda Motor (AHM) sekarang, mendatangkan S90 secara utuh (built up) dari Jepang.

Honda S90 sendiri memiliki riwayat produksi antara tahun 1964-1969. Motor yang mengusung konsep naked bike ini dibekali spesifikasi mesin 4-tak, 89,5cc, OHC, berpendingin udara, dengan konfigurasi bore x stroke, 50mm x 45,6mm.

Punya konfigurasi mesin tidur ala mesin motor bebek, Honda S90 dibekali transmisi manual 4-percepatan, dan diklaim mampu mengeluarkan tenaga puncak 8 dk pada 9.500 rpm, dengan top speed mencapai 99,8 km/jam.

Setelah mengimpornya secara utuh, Federal Motor melanjutkan penjualan Honda S90, dengan merakitnya di Indonesia, pada tahun 1971. Nama S90 pun diganti menjadi S90z. Dan mempunyai riwayat produksi antara tahun 1970 – 1975. Secara fisik, hampir tidak ditemui perbedaan mencolok antara varian S90 dan S90z. Terlebih pada bagian sasis, masih sama-sama mengusung konsep underbone.

5. Suzuki A 100

Suzuki A 100 adalah sepeda motor sport pertama Suzuki di Indonesia. Suzuki menghadirkannya pertama kali pada tahun 1973.
Secara desain jelas jauh berbeda dengan motor sport kekinian. Suzuki A100 memiliki desain serba bulat. Gaya seperti itu hits pada waktunya. Sehingga tak heran, desain seperti itu pun banyak diminati pada zamannya.

Pada sekitar tahun 80-an, Suzuki juga meluncurkan kembaran A100 di Tanah Hindustan. Di India, namanya menjadi Suzuki AX 100. Meski diproduksi di India, spesifikasinya pun tetap sama dengan versi Indonesia. Soal mesinnya, Suzuki membekali A100 dengan mesin 2-tak 98cc. Mesin itu menghasilkan daya 9,3 hp pada putaran 7500 rpm dengan kecepatan puncak 100 kpj.

6. Vespa 1946

VESPA 98, ada bulan April 1946, sebuah model transportasi baru yang fungsional dan inovatif dipublikaskan pertamakalinya kepada masyarakat umum di acara Golf Club, Roma. Dengan tameng yang dilengkapi oleh logo timbul guna menggantikan lambang Pesawat Piaggio sebelumnya, Vespa lantas menjadi sebuah kesuksesan besar dan sorotan media massa. Vespa-pun berhasil menarik perhatian publik, memberikan kejutan, namun juga keraguan. Saat itu, penjualan pertama Vespa bermula dari dealer kecil dengan harga 55.000 Lira untuk model standar, sedangkan model deluxe dibanderol seharga 66.000 Lira.

Total
0
Shares
Previous Article
Musik Underground, Melawan Dengan Bersuara Melalui Musik

Musik Underground, Melawan Dengan Bersuara

Next Article
Crass Band, Sebuah Suara Perlawanan Terhadap Pemerintah

Crass Band, Sebuah Suara Perlawanan Terhadap Pemerintah

Total
0
Share