Sebuah kehidupan yang tak merata. Ada kabar baik dan sebaliknya. Kata-kata ini bukan kata biasa. Ia ada dan menyala.

Musik Underground, Melawan Dengan Bersuara

Musik Underground, Melawan Dengan Bersuara Melalui Musik

Perkembangan dunia sudah terlampui pesat, beberapa fenomena sosial kerap kali terjadi sepanjang tahunnya. Beberapa fenomena yang sering terdengar adalah feneoma ketimpangan sosial. Tapi disetiap kejadian ini, bukan sebab dari alam. Melainkan sebab dari manusia. Menyoroti musik yang menjadi hiburan serta gaya hidup dikalangan pemuda maupun orang tua. Musik underground atau sering diartikan sebagai musik bawah tanah, dimana musik underground sendiri melingkupi beberapa genre antara lain, [1] Punk [2] Trashcore  [3] Grindcore [4] Hardcore [5] Metal [6] skinhead.

Dari beberapa genre tersebut memiliki ideologis serta gerakannya masing-masing. Berbicara soal gerakan musik tidaklah hal yang biasa, seperti yang diserukan band punk era 70’an untuk melawan rasisme dan fasisisme. Tak hanya punk, metal, hardcore pun juga serupa menyuarakan beberapa konflik sosial terutama ketimpangan yang diperbuat negara.

Gerakan anak muda diera 80’an yang bisa disebut dengan staright edge, yang menolak akan sex bebas, narkoba, serta miras. Merupakan gerakan perlawanan untuk melawan dinamika sosial yang tidak sehat pada tahun 80’an, begitu yang disuarakan pentolan straight edge yaitu minor threat.

Adapula gerakan musik menyuarakan kebabasan sosial serta polemik politik, sebut aja genre itu adalah punk, dengan gaya Mohawk serta berpakaian berantakan, namun punk tidak bisa diartikan sebagai penampilan dan gaya saja. Musik yang bersejarah pada era Ramones dan Sex Pistol ini sudah banyak menuliskan gerakan perlawanan disetiap Negara. Pada dasarnya penampilan seorang anak punk memiliki arti secara ideologis, seperti yang dicontohkan band gbh dan the casualties, pernak-pernik yang mereka pakai memiliki anti militerisme, sebagai symbol sindirian sosial. Rambut Mohawk meliki arti orang yang berdiri disetiap golongan.

Tak hanya punk yang menerangi gerakan musik, ada juga grindcore yang memiliki ciri khas tersendiri sebagai genre yang juga menyuarakan kritik sosial. Genre grindcore merupakan perpaduan antara beberapa genre, seperti metal, hardcore punk, dengan instrument musik rendah tapi vokal dari band tersebut dengan nada tinggi dan suara yang seperti menjerit. Dalam setiap musiknya, genre ini juga menyuarakan beberapa ideologis seperti  anti-rasisme, feminisme, anti-militerisme, dan anti-kapitalisme.

Baca Juga : Mengenal Seringai dalam Album Seperti Api

Ada juga genre metal, nama ini mungkin sudah banyak yang tahu. Genre yang memiliki banyak ideologis serta gerakan, dari kritik sosial hingga kritik pemerintahan. Seperti black sabbtath band era 70’s itu menuai banyak kritik kepada pemerintahan. Hingga muncul perkataan dari salah satu personil black sabbtath, “Musik penuh amarah, Black Sabbath, sebagai sekumpulan pemuda pekerja, yang marah”. Mengkutip tirto.id

Baca Juga : Mengenal Sid Vicious Pencipta Pogo ala Punk Rock

Selain itu ada skinhead, genre musik yang menyuarakan hak pekerja. Genre ini berbeda dengan yang lain. Genre Skinhead terkadang masih mencampur adukan antara genre punk rock dan ska, reggae. Tapi instrument musik pada genre yang mereka campur hampir 60% dirubah dengan gaya pekerja dan hooligan. Lagu yang menyoroti hak pekerja dan gaya hidup ini telah ramai diikuti oleh pemuda di berbagai Negara. Tak hanya soal pekerja saja, genre ini juga mengkritik kebijakan pemerintah dan mendorong memobilisasi buruh untuk demontrasi.

Yang terakhir yaitu hardcore, genre turunan dari metal dan punk. Hardcore sebuah genre yang didominasi oleh para pemuda. Banyak gerakan perlawanan lahir di genre ini, namun tak se-radikal punk dan skinhead. Genre hardcore juga terpecah menjadi dua bagian antara hardcore punk dan beatdown hardcore.

Dalam kedua aliran yang berbeda dalam satu genre tentu memiliki ideologis yang berbeda. Jika hardcore punk seperti black flag, minor threat, bad brains, memiliki catatatan gerakan perlawanan nya masing-masing, seperti black flag yang sering mengkritik polisi dengan sebutan tirani. Dan minor threat dengan perlawanan sosial mengenai gaya itu yaitu straight edge, dan bad brains dengan perlawanan anti rasisme nya.


*Tulisan ini hanya sebatas pengetahuan umum dan disarankan bagi kawan-kawan untuk mengetahui sendiri pribadi dengan langkah gerakan masing-masing.

Total
2
Shares
Previous Article
Mengenal Lebih Jauh Tentang Deforestasi Hutan di Indonesia

Mengenal Lebih Jauh Tentang Deforestasi Hutan di Indonesia

Next Article
Motor Classic, dari Eropa Sampai Jepang

Motor Klasik, dari Eropa Sampai Jepang

Total
2
Share