Didaktik – Berpakain adalah hakikat manusia yang menutupi unsur biologisnya. Namun soal kebebasan dari martabat kemanusiaan sering kali menjadi perkara yang serius. Begitu dengan rambut yang sering dipermasalahkan. Pada dasarnya rambut adalah kebebasan berkemanusiaan untuk penampilan.

Baca Juga : Mengenal Seringai dalam Album Seperti Api

Konflik identitas muncul dalam permukaan pada setiap intrik politik, kekuasaan. Begitu dengan rambut yang menjadi kambing hitam dalam kawasan yayasan pendidikan tinggi. Memaksa kehendak yang tidak hendaki oleh individu, mengharuskan setiap mahasiswa menerima kenyataan pahit akan larangan berpenampilan, khususnya rambut gondrong.

Aturan khusus

Pelarangan rambut gondrong ini bermula saat ada  SK Rektor Nomer 5 Tahun 2007, tentang larangan berambut gondrong bagi mahasiswanya. Berdasar SK tersebut, sehingga mengharuskan setiap civitas akademika melakukan oprasional prosedur ketertiban saat ujian semester dengan mencukur rambut massal.

Represifitas

Banyak orang bercerita soal berambut gondrong di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), dari mereka yang mendapatkan banyaknya sanksi dan tekanan, bahkan tak tanggung-tanggung mereka di intimidasi, persekusi, hingga tertutupnya layanan fasilitas kampus bagi mahasiswa.

Diskriminasi

Mahasiswa UMM, kebanyakan tidak berambut gondrong, hanya 20% diantara 80% yang berambut gondrong. Dari jumlah tersebut jelas membuktikan, bagaimana ketatnya aturan di UMM, sehingga menimbulkan gejala phobia.

Baca Juga : MENKO PMK: Segeralah Menjadi Angkatan Kerja Produktif

Dari setiap masyarakat kampus, akan memandang rambut panjang dan gondrong itu tindakan yang tak terpuji. Bahkan sekelas kamu akan disuruh untuk tidak berteman kepada kamu, saat kamu berambut gondrong atau panjang, ungkap, Z (Nama samaran) mahasiswa fakultas Teknik UMM. Setelah dihubungi jurnalis didaktik (5/11/2020).

Sanksi

Banyak sekali tekanan individu dan sanksi sosial yang akan dilemparkan kepada mahasiswa barambut gondrong. Dari bertemu Dekan, Kepala Jurusan, WAREK III, betapa mengerikannya nasib mahasiswa berambut gondrong.

Tak segan-segan kampus melalui jurusanmu akan memanggil orang tua mu, dan kamu akan diberikan Surat Peringatan, hingga pihak kampus akan merapatkan dirimu saat rapat jurusan dan fakultas. Dan disaat itu kamu akan disidang dihadapan rektor dan diajak konsolidasi, dari sikap kamu yang mau memotong rambut apa Drop Out.

Mari berkometar