Didaktik – Aksi tolak Omnibus law masih berlanjut semenjak, disahkannya menuai banyak kritik. Terutama di Bojonegoro, Jawa Timur. Aliansi Bojonegoro Menggugat (ABM) melangsungkan aksi penolakan Omnibus law, pada Kamis (22/10).

Baca Juga : Aliansi Malang Melawan, Aksi Damai cabut Omnibus Law

Kordinator Lapang Vilen menjelaskan, aksi ini merupakan bentuk penolakan atas disahkan nya Omnibus Law, 5 Oktober lalu.

Dari disahkan nya Omnibus law, banyak sekali menyimpan problem dari lingkungan hidup, ketenagakerjaan, agraria, hingga UU lainnya yang masih berlaku. Turut dirangkap oleh Omnibus law.

Baca Juga : Banyuwangi Bergerak, Tolak Omnibus Law

“Masalah ketenagakerjaan yang masih belum dimakmur kan, ditambah dengan Omnibus law yang merubah aspek Ketenagakerjaan yang memberikan dampak negative bagi para kaum buruh” tambahnya.

Dalam Konfrensi Pers yang berlangsung sore tadi, pukul 16.30 WIB disamping Gedung Pemerintah Kabupaten (PEMKAB) Bojonegoro, Korlab aksi Vilen menuntut “Batalkan Omnibus law secara keseluruhan dan sah kan RUU Penghapusan Kekerasan Seksual (PKS), Bebaskan pembungkaman pendidikan”. Tutupnya.

2 KOMENTAR

Mari berkometar