Didaktik – Aliansi Malang Melawan (AMM) melakukan aksi mosi tidak percaya dan menuntut pencabutan UU Omnibus Law. Massa aksi di hadiri oleh kalangan mahasiswa dan masyarakat kota Malang. Sejak, pukul 11.00 WIB – 16.00 WIB. Selasa (20/10)

Berangkat dari permasalahan Omnibus Law semenjak disahkan nya secara sepihak dan sembunyi-sembunyi, tanpa memperhatikan aspirasi rakyat yang telah melakukan aksi sejak maret lalu. Selain itu Omnibus Law mengatur UU yang masih berlaku.

Baca Juga: PMM 87 UMM, Ajak Ibu-ibu Menanam Toga dan Sayuran

Andi Irfan, Ketua, Solidaritas Perjuangan Buruh Indonesia (SPBI), menuturkan, aksi ini merupakan bagian dari jaringan gerakan melawan pemerintah yang menuntut Presiden Joko Widodo untuk segera menerbitkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang (PERPU) untuk mencabut UU Omnibus Law.

“Aksi ini tidak hanya dimalang saja, melainkan dilakukan secara Nasional, di Malang, Surabaya, Jakarta dan banyak kota-kota lainnya. Diwaktu kedepan kami akan selalu turun jalan hingga Presiden Joko Widodo mencabut UU Cipta Kerja ini,” ungkapnya.

Baca Juga : Berbicara Tembakau, Menyimpan Beberapa Rahasia

Andi Irfan (SPBI) menambahkan, aksi (08/10/2020) kemarin yang berujung kerusuhan, sebenarnya tidak mengarah kepada kerusuhan, tetapi karena ketidak profesional Polisi dengan tidak diterapkannya protokol keamanan yang seharusnya menjadi pokok penting saat pengkondisian aksi.

“Jadi itulah yang kami sampaikan sebagai prinsip hari ini. Jadi kalau ada teman-teman yang aksi hari ini menyuarakan sebagai aksi perdamaian, kami juga melakukan hal yang serupa. Kami tidak ingin kericuhan, kami ingin damai, dan juga kami menginginkan rakyat Indonesia makmur dan sejahtera,” tutupnya, Andril.

2 KOMENTAR

Mari berkometar