Didaktik – kemarin, Kabar mengejutkan tiba begitu saja, tepat di Surabaya. Tiga kawan kami saat melakukan liputan, di saat aksi Tolak Omnibus Law, ditangkap oleh aparat kepolisian setempat. (Kamis, 08/10/2020)

Pukul: 07.00 – 10.00 WIB, Kawan-kawan LPK (Lembaga Pers Kampus) Gema Unesa berkumpul di Sekretariat. Mempersiapkan peralatan liputan, kartu pers dan PDH/PDL masing-masing.

Baca Juga : Pers Release: Malang Tolak Omnibus Law, Terbaru

Pukul: 10.00 – 12.45 WIB, LPK (Lembaga Pers Kampus) Gema dan PPMI DK Surabaya menuju titik kumpul di Bunderan Waru bersama massa aksi dari buruh yaitu GETOL. Kami merapat ke barisan di dekat Cito Surabaya sambil meliput situasi yang ada.

Pukul: 12.45 – 13.30 WIB, LPK Gema menuju titik aksi di Grahadi Surabaya, bergabung untuk liputan bersama Persma Surabaya lainnya: [1] LPM Teropong [2] LPM Acta Surya [3] LPM Solidaritas [4] LPM Ara Aita [5] LPM Alam Tara [6] LPM Forma.

Baca Juga : Pernyataan Sikap Cipayung Plus Malang

Pukul: 13.30 – 17.00 WIB, Ada beberapa momen gesekan antara massa aksi dan aparat kepolisian di Grahadi Surabaya. Pagar mulai dilewati, ada pagar yang roboh, tembakan gas air mata mulai dilempar ke massa aksi, ban dibakar, dsb. LPK Gema sudah hilang kabar.

Pukul: 17.00 -20.00 WIB, Bentrok antara massa aksi dan aparat kepolisian di depan Tunjungan Plaza Surabaya dan Grahadi Surabaya sepanjang jalan. Peralatan aparat kepolisian dikeluarkan, suara tembakan, lemparan batu, dll. Di saat ini LPK Gema masih kehilangan kontak.

Pukul: 21.15 – 24.00 WIB, PPMI DK Surabaya ke Polrestabes Surabaya bersama salah satu jurnalis LPK Gema Unesa yang berhasil lolos. Memastikan dan mengupayakan untuk mengeluarkan jurnalis LPK Gema yang ditangkap.


Namun, semua wali massa aksi yang ditangkap dan dipanggil datang, diminta untuk pulang kembali dan diberi info agar menjemput/datang kembali ke Polrestabes Surabaya keesokan hari, Jumat, 09 Oktober 2020 di waktu yang sama saat mereka ditangkap (siang/sore).

*NB : Jurnalis LPK Gema Unesa sudah mengenakan KARTU PERS dan PDH/PDL untuk meliput aksi, seharusnya polisi tidak boleh bertindak represif kepada jurnalis/wartawan media mainstream atau kampus.

Narahubung:
0896-7744-8251 WhatsApp
Rangga Prasetya Sekjend PPMI DK Surabaya 2019/2020

2 KOMENTAR

Mari berkometar