PMM 78 Universitas Muhammadiyah Malang menciptakan Wastafel Injak Sebagai Media Meningkatkan  Kepedulian Dengan menjaga Kebersihan Tangan Di Tengah Pandemi. Yang berlokasi di Dermaga Speed Boat Kampung Baru, Kelurahan Baru Tengah, Kecamatan Balikpapan Barat.

Keterangan : Mahasiswa PMM UMM 78 Ciptakan Wastafel Injak

Kegiatan di laksanakan dengan merancang wastafel modern yaitu Wastafel Injak dan juga membagikan Handsanitizer kepada para penumpang dan warga sekitar yang berada di kawasan Dermaga Speed Boat. Pemabgian Handsanitizer juga di bantu oleh pihak Dinas Perhubungan Kota Balikpapan selaku pihak yang telah memberikan izin atas penyelenggaran kegiatan ini.

Baca Juga : Pernyataan Sikap Cipayung Plus Malang

Pelaksanaan kegiatan juga di pastikan sudah memenuhi standart protocol kesehatan dan juga physical distandcing.

Kegiatan ini mendapat respon yang positif   dari penumpang dan warga sekitar Dermaga Speed Boat. Menurut kelompok yang di bimbing oleh Dr. Baiduri, M.Si sebagai dosen pembimbing lapang, kegiatan ini perlu di lakukan untuk memberikan wawasan mengenai bahaya Covid-19 dan di

harapkan dapat memutus rantai penyebaran Covid-19. Kelompok PMM 78 beranggotakan lima orang yaitu Retno Agni,Novira,Khairunisa,Dewi dan Marnis.

Menurut Retno Agni selaku koordinator kelompok “alasan kami memilih sarana cuci tangan berupa wastafel injak sebagai media meningkatkan kepedulian, dengan menjaga kebersihan tangan di tengah pandemi, di karenakan perilaku masyarakat setempat yang bersikap acuh tak acuh dengan protokol new normal. Selain itu kami juga menginginkan agar masyarakat akan sadar pentingnya menjaga kebersihan tangan ”.  Ujarnya.

Keterangan : Mahasiswa PMM UMM 78 Ciptakan Wastafel Injak

Secara resmi PMM 78 merilis alat tersebut dan pembagian Handsanitizer pada tanggal 29 Agustus 2020 yang di laksanakan oleh seluruh warga sekitar dan pengurus Dermaga. Tak hanya melakukan perilisan, guna meningkatkan kepedulian masyarakat, PMM 78 juga mengajak warga sekitar untuk uji coba Wastafel Injak dan melakukan simulasi cuci tangan yang baik dan benar. Selaku Kepala Dinas Perhubungan Kota Balikpapan, Pak Fredy berharap bahwa kedepannya program-program seperti ini akan terus berlanjut di beberapa fasilitas umum lainnya yang membutuhkan penunujang protokol kesehatan.

Mari berkometar