Sebuah kehidupan yang tak merata. Ada kabar baik dan sebaliknya. Kata-kata ini bukan kata biasa. Ia ada dan menyala.

PMM 94 UMM: Gerakan Pakai Masker, Lawan COVID-19

PMM 94 UMM: Gerakan Pakai Masker, Lawan COVID-19
Keterangan : Seorang anak kecil menggunakan masker dari PMM 94 UMM.

Didaktik – Sebagai makhluk sosial kita harus saling mengingatkan hal baik agar kebaikan tetap terlaksana dalam saling menjaga satu sama lain. Oleh karena itu, Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Kelompok 94 dalam kegiatan PMM yang bertajuk Jurnal Abdi: 30 Hari Mengabdi, membagikan kurang lebih 50 masker diberikan secara gratis bagi warga yang masih belum sadar dengan pentingnya menggunakan masker di tengah pandami saat ini.

Mahasiswa mulai melakukan kegiatan sosial selama 3 hari. Berawal dari hari Sabtu (29/8) hingga Senin (31/8). Mulai Pukul 09.00 – 13.00 WIB, Masker dibagikan di pertigaan jalan dusun Jawi dan Wonosalam dengan target pengguna jalan yang tidak memakai masker.

“kita bagikan maskernya di pertigaan jalan secara merata pada setiap pengendara yang tidak memakai masker dan mohon ingatkan jika ada pengendara yang tidak menggunakan maskernya dengan baik,” Ungkap Eka Kordinator PMM Kelompok 94.

Baca Juga : Pernyataan Sikap Cipayung Plus Malang

Atas nama kemanusiaan, kegiatan ini dilakukan dengan cara memberhentikan setiap pengendara yang tidak memakai masker dan mengingatkan pengendara cara memakai masker yang baik.

Keterangan : PMM 94 UMM, membagikan masker kapada pengendara bermotor.

“MasyaAllah, Terima kasih mbak. Semoga pandemi cepat berakhir.” ungkap salah satu pengendara.

Kegiatan yang kami lakukan mendapat banyak dukungan dari warga dusun Jawi, terbukti ketika mahasiswa UMM memberhentikan pengendara bermotor dan memberikan masker. Sebagian besar warga langsung berhenti dan menggunakan masker langsung di lokasi.

Keterangan : PMM 94 UMM, beri masker kepada seluruh masyarakat Desa Candi Wates, Prigen, Pasuruan, Jawa Timur.

“Mungkin ini bisa dikatakan sebagai kerja abdi, masker yang kami sebarkan hasil dari kerja tuntas kami. Sebab masker ini adalah buatan tangan dari kami mulai dari pemotongan kain hingga sterilisasi dan pengemasan”. Imbuh Novita Nilamsari Bendahara PMM Kelompok 94.

“Pandemi Covid-19 menjadi penyebab keresahan bagi setiap orang di berbagai belahan dunia terutama bagi Indonesia. Di desa Candi Wates laju penularan mungkin tidak cukup cepat dibandingkan desa-desa lain. Akan tetapi, cukup menjadikan keresahan bagi warga desa Candi Wates sebagai momok dalam melakukan setiap kegiatan.” Ujar kepala desa Candi Wates, Pak Sulthoni. (31/8)

(D/T/UMM)

Total
1
Shares
Previous Article
Peduli dengan Kesehatan, PMM 30 UMM Bagikan Ratusan Masker dan Handsanitizer

Peduli dengan Kesehatan, PMM 30 UMM Bagikan Ratusan Masker dan Handsanitizer

Next Article
PMM 86 UMM: Antisipasi Penyebaran Virus COVID-19

PMM 86 UMM: Antisipasi Penyebaran Virus COVID-19

Total
1
Share