Sebuah kehidupan yang tak merata. Ada kabar baik dan sebaliknya. Kata-kata ini bukan kata biasa. Ia ada dan menyala.

Tolak Pengukuran lahan, Warga Ring 1 Kilang Minyak Tuban Jaga Lahan

Cegah Pengukuran Lahan Oleh BPN, Warga Ring 1 Kilang Minyak Tuban Jaga Lahan
Sumber : Editor Didaktik | Fotografer Didaktik | Cegah Pengukuran Lahan Oleh BPN, Warga Ring 1 Kilang Minyak Tuban Jaga Lahan

Didaktik – (Kemarin, 24/07/2020) Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Tuban mengirim surat kepada warga ring 1 yang masih mempertahankan lahannya agar tidak dijual. Dalam surat tersebut pemberitahuan dengan adanya pelaksanaan pengadaan tanah kilang minyak kepada Masyarakat Desa Wadung dan Desa Sumurgeneng, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban.

Menindaklanjuti hal tersebut, perwakilan warga ring 1 mengirim surat balasan kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tuban. Tujuan dari surat balasan tersebut masyarakat tidak bisa dipaksa untuk menyerahkan lahannya dan meminta perlindungan hukum kepada Pemkab atas kepemilikan tanah supaya tetap menjadi tanah pertanian.

Sebagai petani setempat, Darmi mengutarakan, bahwa sejak sejak pagi bersama anaknya menjaga lahan pertanian miliknya agar tidak dilakukan pengukuran lahan. (27/7)

“Alasan saya masih mempetahankan tanah pertanian ini ya karena tanah ini merupakan warisan dari kakek buyut saya, jadi wajib menjaga apa yang dimiliki. Makanya dari tadi saya menjaga lahan ini, agar tidak diukur. Karena yang saya punya ya tinggal ini, jadi ini yang saya pertahankan mati-matian, soalnya orang tani,” ungkapnya.

Baca juga : Cegah Pengukuran Lahan Oleh BPN, Warga Ring 1 Kilang Minyak Tuban Jaga Lahan

Naura, Pemuda Sosialis menjelaskan maksudnya dari luar daerah hingga sampai datang ke Tuban, yakni ikut serta dalam mengawal warga. Dirinya beranggapan bahwa pembangunan kilang minyak merupakan kepentingan pemodal dan termasuk juga elit-elit pemerintah.

“Kita semua menyadari bahwa dibangunnya kilang minyak ini bukan kepentingan nasional, tapi sebenernya untuk kepentingan akumulasi kekayaan segelintir orang,” jelasnya.

Naura mengutarakan, bahwa perjuangan para petani tidak hanya persoalan mempertahankan lahan miliknya, tetapi juga perjuangan untuk bersatu seluruh element masyarakat baik pekerja, para buruh yang sadar untuk membebaskan masyarakat. Menurut Naura, gerakan petani tidak bisa menggunakan gerakan sektarian atau gerakan petani dengan petani sendiri, akan tetapi harus bersatu dengan lapisan tertindas untuk menggulingkan kaum borjuis.

“Harapan saya, dari sini kita bisa belajar untuk membangun persatuan, karena hanya dengan persatuan kaum borjuis, oligarki, elite global bisa dikalahkan.” harapnya. (D/*)

Total
0
Shares
Previous Article
[Resensi] Film The Secret Life of Walter Mitty

[Resensi] Film The Secret Life of Walter Mitty

Next Article
Tembakau

Berbicara Tembakau, Menyimpan Beberapa Rahasia

Total
0
Share