Abimanyu, pernah mendengar nama itu? Atau bahkan sudah tak asing lagi di telingamu? Yup, nama Abimanyu memang cukup termahsyur di kalangan penikmat cerita wayang. Ia bisa ditemukan dalam kisah Mahabharata. Abimanyu adalah satu sosok kesatria muda, putra dari seorang kesatria besar, yakni Arjuna kesatria panengah Pandawa.

Kalau Arjuna pasti kita sudah sangat sering mendengar namanya. Abimanyu lahir dari rahim istri kesayangan Arjuna, Dewi Wara Sembadra. Selama ayahnya dibuang 12 tahun lamanya karena taktik licik para Kurawa, ia dididik untuk menjadi seorang kesatria tangguh, berani, serta rela berkorban oleh para pamannya, Prabu Kresna dan Prabu Baladewa. Ia juga diajari ibunya untuk tetap menjunjung tinggi tata krama serta berwatak welas asih.

Ia mempunyai dua orang istri, Dewi Siti Sundari, putri Prabu Kresna yang berarti adalah sepupunya sendiri, serta Dewi Utari, putri Kerajaan Wirata. Ia mempunyai satu putra dari Dewi Utari yang dinamai Parikesit.

Kelak Parikesit menjadi pewaris tahta Kerajaan Astina.

Abimanyu masih berusia sangat muda yakni 16 tahun ketika turun ke Tegal Kurusetra, dalam perang Bharatayuda dan meninggalkan Dewi Utari yang tengah mengandung. Ia tak gentar menghadapi serbuan musuh di medan laga. Ia pun gugur setelah dikeroyok oleh para punggawa Kurawa.

Keterangan : Abimanyu yang gugur dalam Perang Bharatayuda, ditangisi oleh istrinya, Dewi Utari, Ibunya, Dewi Sembadra, dan neneknya, Dewi Kunthi. Sumber Gambar : IndonesiaKaya.com

Abimanyu adalah sosok anak muda yang pemberani dan teguh hati. Ia berani mengambil segala resiko demi rakyatnya. Ia beranggapan bahwa jika Astina kembali ke pangkuan Pandawa, maka rakyat akan terlepas dari genggaman para Kurawa yang sarat akan angkara murka.

Ia bertekad membebaskan rakyat Astina dari belenggu pemerintahan yang semena – mena. Ia juga berniat membela martabat keluarganya, karena membawa nama besar ayahnya, Arjuna yang seorang kesatria besar, tentulah tidak mudah.

Sebagai anak muda, apa yang bisa kita pelajari dari sosok Abimanyu? Banyak hal, di anataranya adalah sifat pemberani, teguh hati, dan rela berkorban. Anak muda sarat akan tantangan hidup. Ia seringkali dihadapkan pada pengalaman – pengalaman baru yang seringkali menyuguhkan tantangan.

Baca Juga : Anak Muda Suka Wayang Orang? Mengapa Tidak?

Anak muda seringkali ragu dalam mengambil tantangan itu. Ia sering memilih untuk bermain aman yang membuatnya cenderung tidak bisa berkembang. Di sinilah sifat pemberani sangat dibutuhkan. Keberanian untuk mengambil resiko, keberanian akan tantangan yang ada di hadapannya, dan keberanian untuk melakukan hal yang menurutnya benar. Jika keberanian timbul dalam diri seorang anak muda, maka selangkah keberhasilan sudah digapainya. Yang kedua, teguh hati.

Teguh hati berarti setia pada apa yang diyakini dan tetap memegang keyakinan dan prinsip meskipun ada aral melintang. Terus maju dalam mencapai cita- cita dan apa yang diimpikan juga bisa dilihat dan dicontoh dari seorang Abimanyu. Jika sifat ini bersemayam dalam diri anak – anak muda, ia takkan mudah goyah ketika diterpa kegagalan dan terus melangkah untuk mencapai mimpinya.

Kemudian rela berkorban. Berkaca dari seorang Abimanyu yang merelakan nyawanya demi orang – orang yang dicintainya, anak muda diharapkan juga mementingkan kepentingan orang lain di atas kepentingan pribadinya, serta tidak menjadi anak muda egois yang hanya mementingkan kemauannya sendiri.

Meneladani sosok Abimanyu berarti mencontoh sifat – sifat positif dari sang kesatria. Menjadi seorang Abimanyu, berarti menjadi seseorang yang lebih baik dari sekadar anak muda yang menghabiskan waktu untuk hal yang tak tentu. Sekarang renungkanlah, adakah sosok Abimanyu dalam dirimu?

Mari berkometar