Judul Buku : Tubir Maut (Naked Edge)
Penulis : Pamela Clare
Tahun Terbit : 2016
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama 
Kota Terbit : Jakarta
Halaman : 520 halaman
ISBN : 9786020332642


#Katherine Kat James

Didaktik – Jurnalis baru Team Investigasi Denver Independent, surat kabar besar di Colorado, masuk untuk mengisi kekosongan akibat mundurnya Kara McMillan, yang menikah dan memilih bekerja secara freelance agar bisa fokus mengurus keluarganya, tentunya usai petualangan yang menyebabkan ia nyaris kehilangan nyawanya ( baca :Extreme Exposure ). Bukan hanya daya tariknya sebagai keturunan

campuran Navajo, Kat membuktikan di usia relative muda ia memiliki insting dan kemampuan tajam sebagai jurnalis dan bersedia untuk bekerja keras meraih hasil yang maksimal – sesuatu yang sangat dihargai besar oleh editor mereka Tom Trent, pria temperamental namun sangat proteksi terhadap anggota teamnya. Terlepas dari daya tariknya yang sanggup membuat pria manapun terpikat, kehidupan Kat jauh dari skandal maupun gosip karena ia termasuk cukup tertutup dan tidak pernah mengikuti acara-acara sosial termasuk minum-minum usai bekerja.

Tiada satu pun kenalan dan rekannya mengenal Kat lebih jauh, setidaknya sebatas yang ia ijinkan untuk terungkap, hal itu tidak termasuk masa lalunya yang menimbulkan luka dalam. Dalam lingkup keluarga dan kerabatnya, ia dijuluki ‘Half-ajo’ atau ‘setengah Navajo’ bukan sebagai pujian tentunya, karena julukan itu senantiasa mengingatkan Kat akan penolakan ibu kandungnya, yang membenci dirinya semenjak dalam kandungan hingga kelahirannya. Kat merupakan hasil hubungan selingkuh sang ibu dengan pria kulit putih, yang segera meninggalkan sang ibu saat mengetahui kehamilannya. Saudara-saudara tirinya, tidak membenci Kat, namun mereka juga tidak menerima kehadirannya dengan tangan terbuka.

#Penderitaan

Kat semenjak kanakkanak hingga remaja, nyaris tak tertahankan, seandainya saja tidak ada campur tangan neneknya, yang menyayangi Kat melebihi cucu-cucu lainnya maupun putri kandungnya, yang membiarkan ketidak-bahagiaan serta kegetiran dalam hidupnya pada putrinya.

Beranjak dewasa, Kat mampu membangung kehidupannya, dan menerima pekerjaan yang ia sukai. Namun rasa rindu dan kecintaannya terhadap sejarah leluhur dan kehidupan bangsa Navajo, membuatnya senantiasa kembali, berusaha meraih ‘sesuatu’ yang dirasa hilang dalam kehidupannya. Dan suatu hari, takdir membawanya pada sosok yang akan merubah total kehidupannya.

Gabriel ‘Gabe’ Rossiter sedang menikmati olah raga berbahaya yang menjadi kegemarannya, mendaki dengan tangan kosong Naked Edge (Tubir Telanjang) yang memiliki medan sulit dan berbahaya, ketika ia menyaksikan sosok manusia jatuh dari puncak tebing yang sedang ia daki. Yakin bahwa ia akan menemukan tubuh tak bernyawa dengan tubuh remuk ia terkejut akan menemukan tubuh tak bernyawa dengan tubuh remuk, ia terkejut mendaki korban masih hidup walau dalam kondisi sangat parah dan harus segera mendapat pertolongan demi nyawanya.

Korban merupakan wanita muda yang cukup menarik perhatiannya, terlepas dari segala luka yang ia derita. Gabe sangat terkesan dengan perjuangan wanita itu, yang sanggup merangkak dengan kondisinya yang parah, menjauhi lokasi dimana ia terjatuh, hingga tidak tertimbun runtuhan tebing yang runtuh. Sebagaianggota Boulder Mountain Parks Ranger selama 8 tahun, baru kali ini ia terkesan dengan sang korban…Tiga bulan kemudian, Gabe menjalani rutinitas biasa,menjawab panggilan adanya kasus pembakaran, dan di sanalah ia berhadapan sekali lagi dengan wajah yang kerap muncul dalam benaknya.

Saat mengamati situasi dan mendapati tiada pelanggaran hukum terjadi, selain perilaku salah satu anggota kepolisian yang bertindak sewenang-wenang dan nyaris melakukan tindakan keras secara fisik sebelum dicegah oleh Gabe. Kat sedang mengikuti upacara suci yang diadakan tetua Navajo untuk membantu salah satu anggota yang bermasalah, ketika mendadak upacara suci itu dikacaukan dengan serangan pihak kepolisian. Kat beserta anggota Navajo yang bingung serta ketakutan, nyaris mengalami situasi yang lebih buruk, ketika seorang pria muncul dan bukan saja menengahi kekacauan tetapi juga menolong Kat dari perlakuan kasar seorang polisi.

#Ternyata Gabe

Adalah pria yang menolong Kat saat ia terjatuh dari tebing. Pertemuan tak terduga yang kemudian menuntun mereka pada situasi yang aneh, dimulai dengan laporan resmi yang ditulis oleh Gabe menyangkut tindakan tidak pada tempatnya sekaligus menyalah gunakan kewenangan yang dilakukan oleh pihak kepolisian, ternyata mendapat respons negatif yang memicu perseteruan pihak ranger dan polisi.

Situasi semakin buruk saat tulisan Kat muncul melalui Denver Independent, mempertanyakan kebijakan kota dalam menghormati undang-undang yang mengijinkan kaum Navajo melakukan ritual mereka di tanah yang dianggap suci. Di tengah kemelut perseteruan itu, Kakek Red Crow – tetua tertinggi dan dihormati, ditemukan tewas, jatuh dari tebing tepat di tanah suci dimana keributan sebelumnya terjadi.

Hasil pemeriksaan dan visum pihak berwajib menyatakan itu merupakan kecelakaan, karena ditemukan kadar alkohol tinggi dalam darah sang tetua, diduga ia mabuk dan terjatuh dari tebing. Namun Kat sama sekali tidak percaya hal tersebut, dan diam-diam Gabe yang menemukan mayat beliau bersama Kat, menaruh kecurigaan serupa, walau ia tutup mulut dan melakukan penyelidikan secara diam-diam tentang hal tersebut. Kedua tokoh utama kisah kali ini memiliki latar belakang yang berbeda, namun keduanya membawa beban luka hati yang dalam di masa membawa beban luka hati yang dalam di masa lalu, dengan perbedaan nyata, bagaimana mereka menghadapi masalah tersebut.

Kat yang bergulat dengan penolakan ibunya, mendapat dukungan kekuatan dan kasih sayang neneknya, termasuk kakek Red Crow yang memberikan penghargaan atas upaya Kat – mendorong dirinya mencari kebenaran apa pun resikonya, demi memulihkan nama baik sang tetua. Gabe yang mendapat ‘cap’ playboy yang gemar bermain-main dengan kaum wanita tanpa berminat untuk melanjutkan pada hubungan serius, menyimpan luka sekaligus dendam membara akibat pengkhianatan orang-orang yang ia kasihi sekaligus ia percaya sebagai sahabat. Berhadapan dengan Kat yang bisa dikatakan terbilang ‘polos’ menyangkut hubungan dengan kaum pria, justru menambah beban perasaan bersalah pada dirinya, karena jauh di lubuk hatinya, Gabe mulai ‘tergerak’ pada diri Kat …

Konflik dan perkembangan hubungan antara Gabe dan Kat bisa dikatakan bagian menarik dari keseluruhan kisah, karena kasus serta misteri yangdisajikan, kurang mendapat sorotan, selain latar belakang yang seharusnya cukup menarik minatku, seandainya dikembangkan lebih jauh. Terlepas dari sajian yang bisa dikatakan lumayan ‘ringan’ dibandingkan kisah-kisah sebelumnya, harus kuakui, diriku mulai menyukai gaya penulisan Pamela

#Clare

Menilik panjangnya serial ini, bisa kupastikan setiap karakter yang muncul dalam kisah-kisah di awal, dipastikan akan muncul dalam ‘ceritanya’ tersendiri, mirip gaya Karen Rose yang selalu membuat ‘kaitan’ dari setiap tokoh utama kisahnya dengan salah satu atau beberapa karakter yang muncul dalam karya-karya sebelumnya. Sosok Gabe sendiri muncul pada kisah sebelumnya yang membantu Julian Darcangelo saat mengejar Marc Hunter yang (dianggap) menculik Sophie Dalton. Nah, siapakah yang akan ‘digarap’ oleh penulis dalam kelanjutan serial ini ??

Mari berkometar