Didaktik – Beberapa waktu lalu (15/06/2020), kemendikbud (Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan) Nadiem Makarim mengeluarkan kebijakan baru terkait jalannya pendidikan untuk tahun 2020/21 di masa pandemi COVID-19. Disisi lain, keputusan kemendikbud menuai pertanyaan besar, sehingga banyak mahasiswa yang mengungkapkan kekecewaan dalam protes menolak pembayaran UKT di masa pandemi.

“Berawal dari mandeknya aktivitas Akademis yang menjadi faktor utama dalam protes mahasiswa, juga minimnya pemakaian fasilitas kampus. Dari setiap protes tersebut, setiap mahasiswa berupaya untuk mendapatkan hak yang sepantasnya karena mayoritas mahasiswa juga tidak berkegiatan dikampus.” Ujar Mahasiswa UM, setelah dihubungi team didaktik (17/06/2020)

Gerakan protes menolak pembayaran UKT berlangsung diseluruh Indonesia, Seperti di UGM, UB, UNPAD, UIN SUKA, UIN MALIKI, UIN Bandung, dan Masih banyak lagi.

“Seperti di Uin Malang yang sampai trending di Twitter dengan hastaq #uinmalangsadar, itu merupakan wujud protes akan hak kami yang sepantasnya kembali” Ujar Mahasiswa UIN Maulana Malik Ibrahim, setelah dihubungi team didaktik (16/06/2020)

Memang ini bukan persoalan individu saja, melainkan ini persoalan yang harus ditanggapi, karena kampus sudah tidak aktif seperti biasanya, dan pembiayaan kampus harus menemukan sikap yang pantas, seperti halnya menggeratiskan biaya UKT dalam masa pandemi.

Mari berkometar