Didaktik – Indonesia memasuki gelombang kedua dalam pemutusan rantai penyebaran covid-19, Tetapi di gelombang kedua kini pemerintah justru menerapkan kebijakan baru yaitu New Normal, (02/6/2020).

Disisi lain, penerapan New Normal tidak diwajibkan secara serentak, ditandai dengan beberapa Provinsi yang tidak sepakat untuk melaksakan kebijakan Pemerintah Pusat. Seperti, Jawa Timur yang kini masih menduduki peringkat kedua dalam wilayah terdampak covid-19 se-Indonesia, tentu menolak kebijakan New Normal.

Kini New Normal berdampak kepada Aktivitas Kerja maupun Akademis. Begitu dengan di Malang, terutama Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang baru saja mengeluarkan pendapat.

Mengutip Malangpostonline.com, Rektor UMM Dr. Fauzan, M.Pd, mengatakan selama pandemi Covid-19 masih berlangsung kampus UMM tak menyarankan mahasiswanya untuk kembali ke Malang. Perkuliahan akan tetap dilangsungkan secara daring, seperti yang berjalan selama tiga bulan terakhir sejak awal-awal pandemi di Indonesia. “Kami tidak mau tergesa-gesa dengan aturan New Normal Life. Karena ini menyangkut keselamatan mahasiswa kami dan masyarakat,” Ungkap Rektor UMM (04/6/2020)

Akan tetapi hanya dalam perkuliahan saja yang diterapkan daring, berbeda dengan persekolahan khususnya di Malang yang akan melaksanakan Aktivitas nya kembali. Dilingkungan pendidikan baru bisa diterapkan di tingkat sekolah. Sebab para pelajar di sekolah berasal dari kota yang sama. Berbeda, di perguruan tinggi, termasuk UMM, mahasiswanya berasal dari berbagai daerah termasuk luar negeri. “Sementara kota satu dengan yang lain, kondisinya berbeda.  Dan tidak semua kota menerapkan New Normal seperti Malang Raya,” Ungkap Rektor UMM (04/6/2020)

Rektor UMM, menuturkan saat ini kalender akademik UMM masih berjalan di sementer genap. Sementara sementer ganjil baru akan dimulai pada September mendatang. Sehingga semua aktivitas kampus akan disandarkan pada kondisi Bulan September. Ungkap Rektor UMM (04/6/2020)

Jika sampai September kondisi belum normal maka UMM belum memungkinkan untuk melaksanakan perkuliahan tatap muka, artinya tetap daring. “Karena kami tidak mau gegabah  untuk merespon New Normal Life. Kita harus mencermati dengan detail,” tandasnya.  Ungkap Rektor UMM (04/6/2020)