Didaktik – Awal tahun ini, Indonesia sedang tidak baik-baik saja. Banyak wilayah indonesia yang terendam banjir dan terkena bencana alam yang lain. Jakarta adalah salah satu kota yang sebagian besar wilayahnya terendam banjir. Banjir ini sangat berimbas pada matinya kegiatan masyarakat, rusaknya sarana dan prasarana, dan timbulnya wabah penyakit yang menyerang masyarakat yang terdampak oleh banjir tersebut. Banjir terjadi karena sebagian besar wilayah Jakarta dan sekitarnya diguyur hujan lebat dengan intensitas waktu yang lama. Penyebab hal tersebut bukan saja karena hujan lebat, daerah serapan air hujan yang minim, namun juga penurunan tanah pada wilayah Jakarta, dan juga sampah-sampah ibu kota yang menggunung.

Dilansir dari laman detik.com. bahwa menurut catatan Badan Geologi Kementerian ESDM, hingga tahun 2018 penurunan permukaan tanah di Jakarta sudah turun 35 meter dari asalnya. hal ini menjadi masalah yang sangat genting untuk saat ini. Tak jarang wilayah Jakarta dilanda banjir meskipun hujan yang mengguyur tak terlalu deras. Hal ini akan memperparah keadaan Jakarta pada saat hujan dengan intensistas yang cukup lebat. Ditambah lagi dengan curah hujan yang ekstrem akhir-akhir ini membuat jakarta dilanda banjir yang sangat parah. Banyak faktor yang menjadi penyebab atau bahkan memperparah hal ini. Salah satunya adalah pembangunan gedung-gedung pencakar langit yang mulai marak di Jakarta menyebabkan penurunan tanah yang siknifikan setiap tahunnya.

Hal ini pula menyebabkan berkurangnya hutan-hutan yang menjadi daerah serapan air pada saat hujan. Ditambah lagi dengan sistem drainase yang masih perlu perbaikan. Dan juga warga-warganya yang belum membuang sampah pada tempat yang seharusnya. Banyak warga yang belum sadar betapa pentingnya membuang sampah pada tempat yang seharusnya. Di jalan-jalan protokol ibu kota sangat mudah untuk menjumpai tempat sampah. Namun, warga-warganya masih saja membuang sampah sembarangan. Sampah yang berserakan ini tak hanya mengganggu keindahan saja namun hal ini juga dapat menyebabkan banjir maupun wabah penyakit pada masyarakat saat musim hujan tiba. Saat hujan sampah-sampah yang berserakan akan mengalir bersama air dan akhirnya menyumbat drainase yang seharusnya mampu menampung air hujan dengan kapasitas yang besar.

Tak jarang di dasar gorong-gorong ibu kota banyak sekali ditemukan sampah-sampah yang ikut hanyut bersama air hujan dan mengendap di dasar gorong-gorong. Sampah-sampah ini tak hanya mengendap di dasar gorong-gorong saja. Namun, tak jarang dinas kebersihan juga menemukan tumpukan sampah pada sungai-sungai di wilayah Jakarta. Sungai yang seharusnya jadi tempat air bermuara malah menjadi tempat berkumpulnya semua sampah dari wilayah Jakarta. Hal ini disebabkan oleh masyarakat Jakarta yang belum sadar bahwa membuang sampah pada tempatnya adalah hal yang sangat penting. Banyak sekali masyarakat yang tinggal di pinggir sungai memilih untuk membuang sampahnya langsung ke sungai tanpa memikirkan resiko yang akan ditimbulkan oleh perbuatannya tersebut.

Sampah yang tak bisa terurai akan menyangkut di pintu air sungai dan menyebabkan banyaknya sampah yang menumpuk di pintu air. Hal ini akan berdampak pada air yang tidak bisa melewati pintu tersebut dan akan menyebabkan meluapnya air pada bagian hulu sungai (bagian dasar sungai juga menyimpan banyak sampah). Hal ini juga akan berdampak pada pendangkalan sungai yang membuat sungai tersebut tidak dapat menampung air dengan debit yang cukup banyak. Jika semua sungai-sungai di wilayah Jakarta terjadi pendangkalan seperti ini bukan tidak mungkin jakarta akan selalu dilanda banjir saat hujan tiba terlebih lagi saat cuaca ekstrem seperti kali ini.

Pemikiran masyarakatlah yang menjadi kunci utama penanggulangan banjir yang paling mendasar. Mulai dari masyarakat yang tertib untuk membuang sampah pada tempat yang seharusnya, menjaga kebersihan lingkungan hidupnya, dan menjaga lingkungan tetap lestari dengan tidak menebang pohon. Jika pemikiran masyarakat sudah terbangun dengan baik, harus diimbangi dengan tugas pemerintah untuk memperbaiki sistem drainase lebih baik, mulai melakukan reboisasi untuk menghidupkan lahan resapan air hujan, dan membersihkan dasar-dasar sungai yang masih dipenuhi sampah agar sungai-sungai di Jakarta lebih bisa menampung debit air lebih banyak lagi.

Hal ini menjadi tugas besar pemerintah Jakarta maupun pusat untuk manggulangi banjir yang akan hadir tiap tahunnya dengan cuaca yang tidak bisa diprediksi. Dan pemerintah juga harus siap menyambut cuaca ekstrim yang datang secara tiba-tiba. Tidak hanya menyiapkan sungai-sungainya namun juga harus memperbaiki semua sistem drainase dan membuat hutan kota sebagai lahan resapan air hujan yang sangat baik.