Didaktik – Ruangan disini mencekam.
Sampai kapan dewa langit menetapkan takdir menyedihkan terhadap mereka mahluk lemah untuk diriku?
Dewa langit aku lelah.
Malaikat seni sudah cukup.
Aku saja yang engkau hukum wahai dewa langit
Tolong mereka malaikat seni, aku mohon.
Biar aku saja yang yang berakhir tragis
Menghilang, disiksa , dilupakan lebih baik untukku daripada mempertahankan yang tidak berguna seperti diriku wahai dewa.
Aku, yang engkau ciptakan buta seni, memang seharusnya memiliki takdir seperti itu.


***

Schiavo, berkumpul semua,kemari secepatnya”Suara Ratu mengisi seluruh ruangan, Wajahnya yang putih bersih berubah memerah, nampaknya sang Ratu sedang benar-benar marah.”Scusa Regina?”

Pimpinan budak terlihat sedikit ketakutan, jika ratu berteriak hingga bisa terdengar satu istana, sudah dipastikan masalah ini benar-benar serius.”Bertanya lagi? Kalian tidak lihat gen yang kemarin tidak cocok dengan Balli, kalian mau membunuh putri ? Kalian ingin putri mati ditangan malaikat seni? Di bawah kepuasaan dewa langit? Bisakah cari ballerina yang benar-benar ahli dan terlatih.Yang benar benar utusan dewa langit. Jangan bodoh .Kalian pungut dimana rakyat-rakyat jelata itu? “Ratu menggertak para budak dengan tongkatnya.

Aku yang tepat bersembunyi dibelakang pintu kamarku terduduk lemas. Dewa langit benar-benar membenci diriku.
Sebelum itu,kuceritakan sedikit.
Aku hidup di kehidupan yang sangat mencintai seni. Khusunya ballet. Ballet diumpamakan sebagai pahala yang wajib dimiliki setiap manusia yang berada di bawah pimpinan istana Royale De Ballet. Dengan sang pemimpin Ratu Balleza, Ibuku. Tidak memandang laki-laki dan wanita,ballet harus mampu dikuasai setiap orang di bawah pimpinan Royale de Ballet. Usia 17 tahun merupakan saat setiap orang harus menampilkan ballet nya dihadapan para malaikat seni, jika sampai usia itu seseorang tidak bisa menampilkan balletnya didepan malaikat seni maka itu adalah akhir dari kehidupannya. Dulu, Ratu Balleza sangat mencintai dan mengaggumi sang pencipta seni, menghargai dan sangat menyayangi setiap rakyatnya.

Namun, ketika langit mendadak gelap, angin menghantam istana. Malaikat seni turun. Mengatakan bahwa Ayahku, Baginda Raja Alberto harus disiksa dan menghilang sebab diumur nya yang 17 tahun, raja tidak mampu menari dihadapan malaikat seni. Hari itu tepat saat ratu Belleza sedang mengandung aku. Malaikat seni turun dan menghukum raja tepat di depan mata ratu. Memotong kaki raja, tanpa ampun menyiksa hingga raja mati dan menghilang. Itu perintah dewa langit. Sekali lagi dan yang harus diingat ballet adalah tiket wajib untuk lebih dekat dengan dewa. Ratu benar-benar berubah sejak hari itu.

Menjadi kejam. Membenci takdir. Mengutuk keadaan. Saat aku lahir hingga usia 5 tahun, Waktu yang Seharusnya aku sudah mampu menari ballet.Takdir berkata lain. Aku mewarisi gen raja Alberto yang tidak mempunyai darah seni. Aku buta seni, dan tidak mampu menari, begitu kata penafsir kerajaan. Satu-satunya cara aku yaitu mendapat gen seni yang cocok dengan tubuhku. Jika tidak, aku akan bernasib sama seperti raja. Hal itu membuat ibunda ratu sangat geram. Dia tidak ingin hidup sendirian lagi setelah kehilangan raja Alberto, sampai akhirnya Ratu membuat Balli.

Dengan kecerdasan Ratu Belleza , Balli terbuat. Sebuah manusia percobaan untuk mencoba setiap gen yang ratu ambil dari rakyat yang mampu menari ballet.Dengan campuran darahku pada alat itu.Balli akan bereaksi jika benar gen tersebut cocok denganku.Tidak mudah. Jika gen seseorang masuk ke balli, itu adalah akhir dari hidupnya. Tidak ada rakyat yang mampu menghentikan dendam ratu. Tidak ada meski melawan sekeras mungkin. Begitulah permainan pemerintah yang kuat. Begitulah hukum takdir.


***

” Ibunda, izinkan aku meminta tolong, biar aku saja yang dewa musnahkan.Sudah cukup, jangan rakyat yang dijadikan percobaan lagi” aku menangis, berlutut didepan Ibunda.


” Putri Allesia, dengarkan baik-baik, Ibunda tidak ingin kehilangan harta satu-satunya yang ibunda punya . Mengertilah Allesia, Ibunda butuh kamu. Tidak akan ibunda izinkan dewa langit mengambil orang yang ibunda sayangi untuk kedua kalinya. ” Ibunda Ratu menangis, sangat menangis, bayangan raja yang mati didepan ratu meninggalkan kenangan yang buruk.
Aku lalu memeluk ibunda ratu. Mengatakan bahwa. Semua akan baik-baik saja. Aku akan berlatih lebih keras lagi, sehingga ibunda ratu tidak harus menyakiti orang lain lagi.


***

Dua jam.
Delapan jam.
Kaki ku benar-benar sudah sangat berdarah.
Aku sudah mengganti sepatu ballet ku hingga beratus-ratus kali. Kuku kaki ku sudah terlepas satu persatu.Sudah beribu kali mencoba untuk menari, namun aku selalu jatuh. Lumpuh. Aku menangis” Dewa langit, dengarkan aku, tolong. aku tidak benar-benar ingin pergi secepatnya dari dunia ini. Tapi mengapa? Mengapa aku wahai dewa langit.

Aku ingin menari indah dibawah siluet pelangi, aku ingin menari tepat dihadapan dewa seni sambil tersenyum indah. Ingin memakai mahkota kerang diatas kepalaku , mempersembahkan untukmu dewa langit ,  aku ingin dekat dengan mu wahai dewa langit. Aku tidak ingin lagi menikam dan membunuh rakyat-rakyat ku.” Hatiku benar-benar kacau. Bulan ini usiaku menginjak 17 tahun. Lima hari lagi, waktuku.Hujan turun dengan derasnya. Ku biarkan diriku menangis dibawah hujan. Mungkin ini adalah hujan yang dapat kunikmati untuk terakhir kalinya. Aku berharap setelahnya ada pelangi. Aku menunduk. Namun, seseorang datang menghampiriku. Tepat dibawah hujan, dihadapan takdir sang dewa. Lelaki itu mendatangiku. Matanya bersinar. Engkau kah salah satu malaikat seni?


***

Piacere di conoscerti, nama ku Alex. Rakyat biasa” ia memperkenalkan diri. Matanya yang cokelat menatapku. ” Piacere di conoscerti anche tu, Putri Allesia,”

aku memperkenalkan diri. Baru kali ini seorang pria memberanikan dirinya mengenal putri dari ratu Belleza. ” Izinkan aku mengobati lukamu wahai putri, jika tidak diobati akan ada infeksi. Maafkan kelancanganku”,

aku mengangguk, terdiam, ia mengambil sebuah daun dan mengoleskannya ke lukaku, perih. Aku meringis. Lalu ia tersenyum kepadaku, senyumnya membuatku lupa akan rasa sakit itu. Siapa lelaki ini. ”

Putri Allessia, sekali lagi maafkan diriku, tadi aku mengamati putri saat latihan. Izinkan aku mengajari putri” Alex menatapku dalam, penuh ketulusan. ” Kenapa dirimu ingin mengajariku? Tidak akan berhasil alex, aku tidak mempunyai gen seni. Gen ratu belleza ridak turuh kepadaku. Sekuat apapun aku berlatih, tidak akan mampu alex”.

Aku terdiam, menangis. Alex mengusap air mataku, ” Putri Allesia, ibu ku pernah berkata, takdir itu akan berubah jika kita mau mengubah takdir itu. Usaha dan niat ingin berubah dan mengubah itu kunci utama dari kehendak takdir. Percayalah putri” Alex menjulurkan tangannya dan sedikit membungkuk,”Ayo putri “. Hari itu kuyakini akan benar-benar mampu mengubah takdirku dengan perlahan. Dewa mendengarkan doaku, pelangi benar-benar muncul tepat saat hujan di hari itu berhenti.


***

Besok.
Waktuku menampilkan tarianku di depan para malaikat dibawah takdir sang dewa langit.
Sebelumnya aku dan Alex berlatih sangat keras.Tidak peduli hujan. Alex tetap sabar mengajari ku untuk mampu menari.Tarian Alex indah. Putarannya, kaki nya yang menyentuh bumi dengan sakral, tangannya yang berusaha menggapai langit, senyumannya yang membuat sang dewi jatuh cinta, tatapan matanya yang membuat setiak detik terhenti.

Jantungku terus berdebar setiap Alex memperlihatkan tariannya, hatiku sedih, maka setelah Alex selesai menari, aku selalu menangis. Oh dewa langit, begitu sempurna nya mahluk ini, untuk apa pertemuan ku denga dia wahai dewa langit? Inikah hadiah terakhir sebelum aku benar benar lenyap dari muka bumi? Inikah hadiah? Atau hukuman yang membuatku merasa semakin sesak.

Namun, Alex salah.
Sampai hari ini, Dimana besok aku harus menapilkan tarian ku yang agung untuk dewa langit dihadapan para malaikat seni, aku tetap tidak bisa menari, tidak mampu. Aku lumpuh akan seni. Tidak akan bisa selama gen itu tidak masuk ke dalam tubuhku.

Selama 5 hari juga, sebelum hari ini terjadi, Ratu Belleza benar-benar kalap, ia membunuh setiap rakyat di tangan Balli hanya untuk mendapatkan gen yang cocok denganku. Aku mengurung diri di kamar. Tidak ingin berlatih dengan Alex lagi. Sudah aku pasrah Wahai Dewa langit.. Aku menangis. Sampai tangisan ku terhenti saat kudengar seseorang dari luar istana memanggi manggil namaku, meminta tolong, kulihat dari jendela Alex sudah dibawa oleh para budak masuk ke dalam istana.

Aku berlari menuruni tangga, menahan para budak membawa Alex ” jangan dia” aku berlutut didepan budak yang membawa Alex, ” maaf putri, tuan ratu yang menyuruh kami. Kami hanya menjalani perintah, tolong tuan putri jangan bersikap seperti ini. Berdiri lah tuan putri. Scusa, tapi ini perintah” Budak membawaku menjauh dari Alex,ku kejar Alex yang hendak dibawa menuju ruangan yang sudah ad Balli didalamnya.Ibunda Ratu langsung melihatku saat aku berusaha menghalangi pintu agar Alex tidak dibawa menuju ke ruangan itu,

” Putri Alessia, kembalilah ke kamar, jangan menghalangi. Ini semua demi kebaikan mu putri Alessia. Tolonglah ibunda dan turuti saja” Ratu Belleza sedikit membentakku. Aku menghampiri ibunda ratu dan bersujud memohon ” Ibunda, Alex yang mengajarkan aku untuk menari.

Tariannya begitu mampu membuat semesta jatuh cinta, jika Alex harus mati. Maka langit akan menangis, lebih baik aku yang tidak berguna ini yang pergi, jangan Alex. Semesta akan menghukum ibunda, biar aku saja yang pergi wahai ibunda ratu, aku mohon.”Aku menangis, hujan turun begitu derasnya, rupanya semesta benar benar sedang bersedih. ” Tuan putri Allesia, tidak mengapa jika diriku ini ditakdiran dewa langit untukmu.

Aku akan mati dengan tenang, karna aku bisa berguna untukmu. Bangunlah putri, jika ini berhasil tampilkanlah tarian yang paling indah untuk dewa langit. Aku titip salam padanya. Katakan pada dewa langit bahwa terimakasih telah mengenalkan putri secantik dirimu. Aku menyukaimu putri. Matamu bak laksana bintang sirius, indahmu membuatku bersyukur bahwa aku telah menemukan sang putri yang baik, kuat dan mau berusaha walaupun suka menangis.

” Alex tertawa, namun matanya basah, ia menangis sambil tersenyum. Hatiku, terasa sudah tidak berdetak lagi. Aku mendadak ingin mati bersamanya. ” Bawa ia ke Balli , segera!! “. Ratu Belleza berteriak lantang.

Para budak menyeret Alex ke Balli, aku mencoba menahan namun kekuatan dan tenaga ku tidak mampu melawan cengkraman para budak,
” Alex, melawanlah, lalu kabur pergi yang jauh , Alex aku mohon. Ti amo, Alex aku mohon”.

Alex hanya tersenyum dan mengangguk. Balli mulai memproses tubuh Alex, Menyayat bagian lengannya, memasukkan ke dalam sistem. Hatiku hancur. Kakiku mendadak lumpuh, aku benar-benar ingin menemui dewa langit lalu menyumpahi serapah, mengapa harus orang baik sepertinya? Mengapa kami dipertemukan ? Inikah hukuman untuk diriku? Sudah cukup.

Balli bereaksi, ibunda ratu mulai tersenyum. Namun sepersekian detik, Ratu Belleza berteriak, Balli kembali tidak bereaksi dan menyengat Alex. Gen Alex tidak cocok denganku. Dan aku semakin hancur. Bukan, bukan karna gen Alex tidak cocok denganku, namun karna ia mati tragis tepat di di depanku, aku berlari menghampiri Alex yang sudah terbujur, pucat ” Maafkan aku” tanganku gemetar.

Aku, membenci dewa langit. Aku ingin bertemu dengannya,mengatakan bahwa takdir ini tidak adil.” Ibunda menyuruh Budak membawaku ke kamar. Aku benar-benar merasa bahwa, beberapa jam lagi aku akan bernasib sama dengan Alex. Lalu aku tersenyum, Bukankah bagus jika aku mati? Aku akan bertemu dengan Alex? Menari bersama di atas sana?


****

Hari ini aku berdandan untuk takdirku yang tragis. Setidaknya aku mati dalam keadaan anggun. Aku tidak ingin terlihat mati dalam keadaan bersedih. Aku sangat bahagia. Sebentar lagi aku akan bertemu Alex. Kekejaman dan kebencian ibunda ratu kepada rakyatnya sudah berakhir hari ini. Ibunda Ratu Belleza masuk ke kamar dan memelukku sangat erat

” Ibunda minta maaf karna telah melukai Alex, ibunda yakin Alex gen yang cocok untukkmu sebab Alex datang ketika ibunda berdoa kepada dewa langit untuk menurunkan seseorang yang benar-benar cocok dengan gen mu. Ibunda tidak ingin kehilangan dirimu “.

Aku tersenyum dan memeluk erat ibunda ratu

” Dewa langit memilih ibunda ratu dalam takdir ini, karena dewa langit percaya bahwa ibunda ratulah orang terkuat yang mampu menghadapi ini semua. Alex pernah bilang kepada ku bahwa kita harus percaya sama ketentuan dewa langit.Tersenyumlah didepan malaikat seni dan dibawah sang dewa langit saat aku dihukum nanti dan sudah cukup, ibunda harus meminta maaf dan memohon ampun”. Aku mengusap air mata ibunda ratu Belleza. Langit memanggilku, waktuku telah tiba.


Ibunda menahanku untuk pergi dari kamarku. Namun aku melawan. Tersenyum meyakinkan. Ibunda ratu Belleza hanya mampu menangis saat itu, ia yang selalu terlihat kuat benar benar hanya menangis dihari itu. Aku berdiri tepat dihadapan malaikat seni. Terdiam, lalu menunduk, bersujud dihadapannya,

” Wahai malaikat seni yang agung, sampaikan permohonan maafku kepada dewa langit, sampaikan bahwa putri yang ia ciptakan ini tidak mampu menari untuknya, sampaikan bahwa aku ingin sekali dekat dengannya, sampaikan bahwa aku benar benar minta maaf, karnaku semua harus mati di tangan Balli, karnaku Alex harus pergi dan tidak sempat menari indah untuknya, karnaku Ibunda Ratu Bellleza yang kuat dan baik hati harus dihantui rasa dendam dan selalu menangis. Aku tidak tahan wahai malaikat seni, kupersilahkan menghukumku, aku akan sangat senang karna manusia yang tidak berguna ini akhirnya pergi. Terakhir, Tolong sampaikan ke pada dewa langit untuk memberkati ibunda ratu belleza dengan kebahagiaan dan melupakan rasa sakitnya serta mengampuni semua perbuatannya.”

Aku menatap malaikat seni, hari itu, saat tongkat malaikat seni mulai berada diatasku, hendak menghukumku, tubuhku ditarik oleh salah satu budak kemudian budak itu menyuntikan ku sesuatu cairan, aku bereaksi, seluruh badanku mendadak terasa berbeda , aku bangkit. Lalu pikiranku terhanyut pada saat aku menari bersama Alex, hatiku menangis, aku menari, menari dengan bayang bayang kegembiraan yang tragis, lalu pikiranku berganti, terhanyut dalam dua pasang insan sedang menari dengan sangat indah, bayang bayang ibunda ratu belleza menari sangat indah didepan raja Alberto. Indah sekali. Aku menari dengan bayang bayang orang yang kusayang.

Aku benar-benar menari didepan malaikat seni. Air mataku, tarian ini bayang bayang ini , ada apa denganku? Gen siapakah ini?. Aku terdiam. Setelah sepersekian detik tarian itu selesai, hujan turun dengan derasnya. Semesta menangis. Saat itu aku sadar. Ibunda Ratu Belleza lah pemilik gen itu.


****

Alunan musik Gisella terdengar lirih.
Semesta meratapi segalanya
Kerajaan berduka
Aku,
Menangis sambil terus bersujud dihadapan ibunda belezza. Terus mengulang kata maaf, sesekali hampir tidak dapat berdiri dengan kuat.
Rembulan terlihat jelas pada langit malam ini.

Resmi sudah, aku dan ibunda ratu belleza dipisahkan oleh semesta.
Bertemu entah di hari apa. Apakah masih diizinkan bertemu atau tidak sama sekali.
Yang aku tau, Dewa tetaplah maha baik.
Sekalipun takdir seperti ini yang berteman denganku.
Dewa tetap punya banyak alasan yang baik.

Aku terus berdoa.
Agar ibunda ratu terus dimaafkan dan dapat bertemu raja Alberto disana.
Aku berdoa, Agar ibunda ratu segera bertemu mereka yang pernah disakiti dan meminta maaf atas semuanya
Di keriuhan malam yang terasa sunyi,
Pada nya yang maha pemberi takdir baik dan yang tidak akan pernah meninggalkan.

Berkahilah hatiku dengan kasih sayang dan ketulusan,
Dengan rasa hormat,
Izinkan aku dan semua penduduk Royale de Ballet menari terus dengan anggun dihadapanmu
Tidak lagi hanya dalam bayangan.


Mari berkometar