Didaktik – Mengenai tanaman kartom, sudai sering kali dibicarakan lebih dari satu mulut, bahkan dibuat segi ilmiah dibidang penelitian. Masih ragu ? dan bingung, simak dibawah ini;

A.   klasifikasi

Kratom

kingdom         :Plantae               
Divisi               :Magniliophyta
Kelas                :Magnoliopsida
Ordo                :Gentianales
Famili              :Rubiaceae            
Species            :Mitragyna
Genus :Mitragyna 
speciosa (KratomDevotee,2009).    


B       morfologi

Kratom merupakan tumbuhan yang memiliki tinggi mencapai 50 kaki (± 15 m) dengan cabang menyebar lebih dari 15 kaki (± 4,5 m), memiliki batang yang lurus dan bercabang, dengan bunga kuning dan dalam kelompok berbentuk bulat ( ). Tumbuhan ini merupakan tumbuhan yang selalu hijau. Daun kratom berwarna hijau gelap mengkilap, halus, berbentuk bulat telur melancip ( ) dan berlawanan dalam pola pertumbuhan. Daun kratom dapat tumbuh dengan panjang melebihi 7 inchi (± 18 cm) dan lebar 4 inchi (± 10 cm). Daun terlepas dan digantikan secara konstan, namun ada beberapa kuasi musim ( ) dimana daunnya rontok karena kondisi lingkungan. Selama musim kering setiap tahun daun yang gugur lebih banyak dan daun yang baru akan tumbuh lebih banyak pada musim hujan. Bila tanaman ini tumbuh di luar habitat aslinya, maka musim gugur daun akan terjadi saat suhu dingin sekitar 4C (Murple,2006).

C       deskripsi

Tanaman kratom masuk kedalam spesies Mitragyna speciosa Korth, Famili Rubiaceae dan Genus Mitragyna. Kratom merupakan salah satu tanaman tropis yang banyak tumbuh di daerah semenanjung Thailand, Myanmar, Malaysia, Philipina, termasuk Indonesia seperti di daerah Kalimantan dan Sumatra. Sebutan daun Kratom berbeda-beda setiap daerah, di Indonesia Kratom dikenal dengan istilah daun Purik, di Malaysia dengan sebutan Biak-biak, dan di thailand dengan sebutan Ithang (Raffa RB 2014).

Pohon Kratom dapat tumbuh hingga ketinggian normal 4–9 m dan lebar 5 m. Tanaman tertentu bahkan bisa mencapai ketinggian hingga 15–30 m. Batang tegak dan bercabang. Daun berwarna hijau gelap mengkilap tumbuh dengan panjang lebih dari 18 cm dan lebar 10 cm dengan bentuk oval dan ujung meruncing. Bunga-bunga kuning tua tumbuh dalam bentuk gugus bola melekat pada bagian atas daun pada batang panjang. Daun gugur berlimpah pada musim kemarau dan pertumbuhan baru dihasilkan selama musim hujan. Pohon ini tumbuh terbaik pada lahan basah atau lembab, tanah yang subur, dengan media paparan sinar matahari penuh di daerah yang terlindung dari angin kencang. Bagian tanaman yang paling banyak digunakan untuk dikonsumsi adalah bagian daun (Hassan et al. 2013). 

Kratom (Mitragyna speciosa) telah banyak digunakan secara tradisional di Asia Tenggara untuk obat herbal. Akhir-akhir ini, penggunaan Kratom telah menyebar ke Eropa dan Amerika Serikat, di mana potensi penyalahgunaan dan bahaya kesehatan semakin darurat (Singh et al. 2014).

Daun Kratom umumnya dikonsumsi dengan beberapa cara, seperti dikunyah, dibuat seperti rokok, atau dibuat menjadi ekstrak. Dalam bentuk bubuk dapat dikonsumsi dengan cara diseduh dengan air panas dan diminum sebagai teh. Jeruk lemon sering ditambahkan untuk memudahkan ekstraksi alkaloid pada daun kratom. Gula atau madu dapat ditambahkan untuk menutupi rasa pahit dari minuman itu. Cara lainnya adalah daun kering kemudian direbus sampai berbentuk seperti sirup. Garam biasanya ditambahkan untuk mencegah sembelit (Tanguay P. 2011).

D      kandungan kimia aktif

Mitragynine merupakan alkaloid aktif utama Kratom. Pertama kali diisolasi pada tahun 1921. Kandungan mitragynine menyumbang 12% (b/b) dari total kandungan alkaloid dalam Kratom asal Malaysia dan 66% (b/b) dari Kratom asal Thailand berdasarkan bobot (Parthasarathy S et al. 2013). Mitragynine secara kimia dikenal dengan nama 9-metoksi corynantheidine memiliki rumus molekul C23H30N2O4 dengan bobot molekul 398.50 g/mol. Mitragynine tidak larut dalam air namun larut dalam pelarut organik seperti aseton, asam asetat, alkohol, kloroform, dan dietil eter. Bentuk fisik mitragynine berwarna putih, kristal amorp dengan titik leleh 102–106 oC dan titik didih ~ 235 oC (EMCDDA).

E       khasiat

Tumbuhan ini sudah lama digunakan karena memiliki beberapa manfaat untuk kesehatan, diantaranya: mengatasi kecanduan narkoba, mengatasi diare, meningkatkan daya tahan tubuh, menurunkan tekanan darah, meningkatkan energi, mengatasi nyeri otot, mengatasi depresi, stimulan seksual, dan mengontrol kadar gula darah (Shvoong.com,2012). Bagian yang dimanfaatkan dari tumbuhan ini adalah daunnya. Biasanya masyarakat memanfaatkan daunnya dengan cara mengunyah langsung, atau diseduh dalam air panas atau dengan kopi. Daun tumbuhan ini bisa juga dibuat menjadi rokok (Prmob, 2012b).

Bila digunakan dalam kadar yang sesuai, maka akan memberikan manfaat dan efek yang baik bagi kesehatan, sebaliknya bila digunakan secara berlebihan, akan berdampak negatif.


*ARTIKEL sebelumnya ditulis di Blog likjend blogspot. Penulis juga merupakan anggota lpm didaktik

Sumber :

1.baca : Hassan Z, Muzaemi M, Navaratnam V, Yusoff NHM, Suhaimi FW, Vadivelu R, Vicnasingam BK, Amato D, Horsten SV, Ismail NIW, Jayabalan N, Hazim AI, Mansor SM, Muller CP. 2013. From Kratom to mitragynine and its derivatives: Physiological and behavioural effects related to use, abuse, and addiction. J Neubiorev. 32(2):138-151
2.baca : Kratom Devotee. 2009. Kratom Botany. (online) http://www.kratom.net/content.php?38Mitragynaspeciosa-kratom-botany Diakses Tanggal 29 april 2020.
3.baca : Murple. 2006. Kratom. http://www.murple.net/yachay/index.php/kratom. DiaksesTanggal 29 April 2020. 
4.baca : Prmob. 2012a. Kratom Daun, (online). http://id.prmob.net/thailand/malaysia/indonesia115760.html. Diakses Tanggal 29 april 2020.
5.baca : Raffa RB. 2014. Kratom and Other Mitragynine: The Chemistry and Pharmacology of Opioids from a NonOpium Source. CRC Press:Taylor & Francis Group.
6.baca : Singh D, Muller CP, Vicknasingam BK. 2014. Kratom (Mitragyna speciosa) dependence,withdraw alsymptoms and craving in regular users. J Drugalcdep. 139(1):132-
7.baca : Shvoong.com, 2012. Manfaat Kesehatan dari Bubuk Kratom. (onlne) http://id.shvoong.com/medicine-and-health/comparative medicine/2334602-manfaat-kesehatandari-bubuk-kratom/. Diakses Tangga 29 april 2020.
8.baca : Tanguay P. 2011. Kratom in Thailand. Legislative Reform of Drug Policies 13:1–16.

Mari berkometar