Didaktik – Beberapa waktu berlalu setelah himbauan untuk kuliah daring di umumkan pada (15/03/2020) lalu. Begitu dengan keberlangsungan mahasiswa yang menerima kebijakan serentak secara Nasional tersebut.

Banyak mahasiswa yang mengeluh akan kondisi ekonomi dan kondisi sosial. Tidak hanya itu, kuliah daring tidak efektif sama sekali dan berpotensi akan mengurangnya dialektika akademis. Di sisi lain, mahasiswa umm diseluruh angkatan dan fakultas, mengutarakan protes nya kepada kampus.

“Saya bayar kuliah belum satu semester penuh, tapi ini baru uts, kok gak ada keringanan terkait problem ini ?” ungkap mahasiswa fakultas fisip, (17/03/2020).

Kejadian tersebut sangat disayangkan bagi mahasiswa yang lapar akan pengetahuan, tetapi sebaliknya dengan kampus yang baru memutuskan kebijakan. (Pdf : SK Kompensas). SK tersebut di rilis pada, (16/04/2020)

Menindak lanjuti kebijakan dari birokrasi kampus, keputusan yang tetapkan sangat nihil dan kurang relevan sebagaimana rasionalisasi dari segi ekonomi harus memiliki bentuk material, ungkap mahasiswa semester akhir pada (17/04/2020).

Disisi lain, keputusan yang berujung kepada kompensasi ini tentu sangat mengkagetkan, sebagaimana pengeluaran anggaran tidak ada sama sekali dan mahasiswa diberikan keringan berupa pemotongan dana pembayaran spp disemester depan.

Sekilas, dengan keputusan tersebut menjadikan sebuah kemarahan diri terhadap pihak kampus itu sendiri. Sebagaimana, kondisi atau iklim yang terjadi ditafsir imajinasi terkait pemotongan spp, tentu tak sesuai dengan kondisi. Ungkap Mahasiswa Fakultas Fpp (19/04/2020)

Mari berkometar