Didaktik – Pemilu Raya (Pemira) di kampus UMM, menuai problem. Karenanya akibat covid-19. Aktivitas Kampus di berhentikan sementara (2/05/2020).

Pekan pemilu raya (Pemira) di UMM, merupakan ajang bergengsi dari beberapa partai yang mengajukan mahasiswa terbaik nya untuk dicalonkan.

Rumor yang beredar tidak benar, terkait adanya pemira online.

Karena pemira adalah upaya kreatifias dan kreditbilitas mahasiswa, terkait iklim politik dan pengembangan diri.

Upaya adanya pemira adalah penunjangan intelektual dan pembelajaran kepemimpinan sejak dini.

“Pemira akan berlangsung setelah pandemi ini selesai, karena pemira online itu akan berdampak kepada kecurangan, tindakan non prosedur” ungkap anggota bem fapsi (2/05/2020) didaktik.xyz

Dari problem corona, banyak anggota badan eksekutif mahasiswa (bem),
legislatif mahasiswa (senat), himpunan mahasiswa jurusan, yang harus menerima kemoloran periode.

Yang harus nya, mei sampai dengan juni selesai periode dan menjadi demisioner, tetapi nihil karena pemira diundur.
Ungkap anggota bem fkip, (2/05/2020) didaktik.xyz

Pastinya kemunduran ini bukan lah masalah yang begitu besar, namun ada hikmah atas kejadian ini. Dan para anggota ataupun pengurus intra harus memiliki cara dan upaya guna menyikapi kemuduran ini, dengan beberapa agenda atupun aktivitas lain.

Ada pula yang mengatakan, bahwa momentum mahasiswa baru, akan disambut oleh gubenur mahasiswa dan presiden mahasiswa, yang masih bakti jabatan periode 2019-2020 sekarang.

1 KOMENTAR

Mari berkometar